BanjarmasinPost/
Home »

Kolom

» Fikrah

Spirit Ibadah Kurban

Mengapa Hajar dan bayinya dibawa dan ditempatkan jauh dari Palestina; di tengah-tengah padang pasir gersang nan sepi tanpa penghuni.

Spirit Ibadah Kurban
salmah
KH Husin Naparin, Ketua MUI Kalsel 

Oleh: KH Husin Naparin
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalsel

Iduladha telah berlalu. Ia adalah visualisasi rentetan peristiwa dalam upaya menegakkan syariat (perintah) Allah; yang menuntut pengorbanan sesuatu yang paling berharga. Beberapa ribu tahun yang lalu, di Palestina, Nabi Ibrahim AS dan istrinya Sarah; keduanya sudah berusia lanjut namun belum berketurunan.

Ibrahim tidak bosan-bosannya berdoa, agar diberikan anak saleh. Atas anjuran Sarah, Ibrahim mengawini pembantunya, bernama Hajar, wanita mulia hadiah raja Mesir. Setelah perkawinan dengan Ibrahim, dia pun hamil dan melahirkan; diberi nama Ismail.

Sejumlah literatur menyebutkan, Hajar dan putranya Ismail terusir karena desakan Sarah. Benarkah demikian? Tidak, bukankah Sarah yang menyarankan agar Ibrahim mengawini Hajar; ketika Hajar hamil, Sarah sujud kepada Allah SWT, gembira karena suaminya akan mendapatkan keturunan.

Ketika Ismail dilahirkan, Sarah lah yang pertama menggendong bayi itu, kemudian menyerahkannya penuh kasih sayang kepada suaminya Ibrahim, seraya berkata, “Ibrahim, ini anakmu.”

Mengapa Hajar dan bayinya dibawa dan ditempatkan jauh dari Palestina; di tengah-tengah padang pasir gersang nan sepi tanpa penghuni.

Ketika Hajar dan putranya ditempatkan di situ, Ibrahim beranjak meninggalkan keduanya, Hajar bertanya penuh iba kepada Ibrahim, “Hendak kemana kau tinggalkan kami, wahai Ibrahim ?”

Ibrahim tidak menjawab. Hajar bertanya kali yang kedua, juga tidak dijawab, menoleh pun tidak.

Ibrahim tidak mampu melihat buah hatinya tergeletak di tengah sahara. Akhirnya, kali yang ketiga Hajar bertanya, “Allah kah yang memerintahkanmu untuk melakukan semua ini? Ibrahim menjawab, “Ya.”

Mendengar hal ini, Hajar pun menjadi tenang, biar maut mengelilingi dirinya, dia tetap menerima dengan dada yang lapang, karena perintah Allah harus ditegakkan, seraya berkata, “Kalau demikian, Allah tidak akan menyia-nyiakan kami.”

Halaman
12
Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help