BanjarmasinPost/

Esai Zulfaisal Putera: ‘Uyuh’ Menulis

Uyuh bisa bermakna lelah, bosan. Bicara soal uyuh itu relatif. Dan, saya pun menjawab dengan berseloroh; “Ngarannya sudah disanggupi."

Esai Zulfaisal Putera:  ‘Uyuh’ Menulis
istimewa
Zulfaisal Putera 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Senang bisa bertemu Ahmad Barjie (52), penulis produktif di media massa dan ratusan buku dengan beragam topik ini, ketika menghadiri Seminar Pembuatan Film Kolosal Perang Banjar, di aula Dikbud Provinsi hari Kamis (7/9) lalu.

Ini pertemuan ke sekian kali dengan Datu Cendekia Hikmadiraja Kesultanan Banjar kelahiran Kelua ini. Yang selalu saya takzim padanya adalah kerendahhatiannya.

Bang Barjie, demikian biasa saya memanggilnya, sudah lama berkecimpung di dunia tulis menulis. Apalagi tulisan-tulisannya sudah mendapat banyak penghargaan di sana sini dan menjadi narasumber di berbagai kegiatan ilmiah.

Saya masih pemain baru di bidang itu. Namun, apa yang diucapkannya begitu bertemu saya di ruangan itu cukup mengagetkan: “Kada uyuh kan menulis esai tiap Minggu?”

Pertanyaan itu terkait dengan aktivitas saya selaku penulis esai di Banjarmasin Post setiap Minggu. Saya yakin itu bukan pertanyaan basa-basi, apalagi sindiran, tersebab saya tahu Bang Barjie juga penulis yang sering dikejar waktu tenggat.

Kata uyuh itu bisa bermakna lelah, bisa juga bosan. Memang bicara soal uyuh itu relatif. Dan, saya pun menjawab dengan berseloroh; “ngarannya sudah disanggupi!”

Menulis pekerjaan mengasyikkan. Lebih mengasyikkan lagi bila menulis menjadi pekerjaan, semacam profesilah. Mirip seperti pekerjaan lain yang sudah menjadi kewajiban.

Bila waktunya sudah akan tiba, mau tidak mau, semua aktivitas lain dinomorduakan, dan konsentrasi dicurahkan sepenuhnya ke pekerjaan. Itulah yang sering saya alami sejak rutin menjadi esais mingguan di koran terbesar Banua ini.

Yang bikin uyuh itu adalah mencari ide. Siapa pun yang bergerak di ranah kreativitas, apa pun bidangnya, persoalan ide sangat krusial.

Pelukis, penyair, perupa, koreografer, disainer, arsitektur, sutradara film, perancang otomotif, produsen barang, promotor, dan banyak lagi, bahkan sampai koruptor sekali pun, selalu berkecamuk pada pencarian ide. Apa yang akan dibuat, dikerjakan, bahkan siapa yang akan menjadi korban berikutnya.

Selengkapnya simak di koran Banjarmasin Post edisi, Minggu (10/09/2017)

Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help