BanjarmasinPost/

Kuliner

Hmmm Gurih Kaldu Dipadu Merica, Layak Dicoba Menu Sarapan Khas Cirebon Ini

Berwisata kuliner sejak pagi hari di Kota Cirebon, Anda wajib mencicipi bubur khas ini.

Hmmm Gurih Kaldu Dipadu Merica, Layak Dicoba Menu Sarapan Khas Cirebon Ini
KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA
Seporsi bubur sup ayam khas Cirebon, berisikan suun, cacahan kol, seledri, bawang, kacang, daging ayam dan kuah kaldu yang amat banyak. Hidangan ini cocok menemani Anda di pagi hari sebelum menjelajahi wisata Cirebon. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, CIREBON - Berwisata kuliner sejak pagi hari di Kota Cirebon, Anda wajib mencicipi bubur khas ini.

Terkenal dengan bubur khas Cirebon, sebenarnya bubur ini bernama bubur sup ayam.

Hidangan hangat ini sangat cocok disantap pada pagi hari.

Untuk menemukannya pun tidak sulit, biasanya tersebar di tempat-tempat kuliner pagi seperti alun-alun atau jalan protokol kota.

KompasTravel sempat mencoba salah satu bubur sup ayam yang ada di kawasan alun-alun Kota Cirebon, di sela acara peresmian Hotel Ibis Budget, Rabu (6/9/2017).

Seporsi bubur sup ayam khas Cirebon, berisikan suun, cacahan kol, seledri, bawang, kacang, daging ayam dan kuah kaldu yang amat banyak. Hidangan ini cocok menemani Anda di pagi hari sebelum menjelajahi wisata Cirebon.
Seporsi bubur sup ayam khas Cirebon, berisikan suun, cacahan kol, seledri, bawang, kacang, daging ayam dan kuah kaldu yang amat banyak. Hidangan ini cocok menemani Anda di pagi hari sebelum menjelajahi wisata Cirebon. (KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA)

Sekilas bubur sup ayam ini merupakan bubur ayam dengan kuah yang banyak seperti sup, juga dilengkapi sayur kol dan soun.

"Bedanya di kuahnya, bumbunya lebih kaya kuah bakso tapi kaldu ayam. Terus pakai cacahan kol, sama soun," ujar Rwenda pada KompasTravel, pedagang bubur sup ayam cirebon yang sudah 34 tahun berjualan.

Bubur sup ayam khas Cirebon yang menggunakan kuah sup berkaldu, porsi kuahnya cukup banyak jadi merendam bubur dan semua topingnya.

Selain itu buburnya juga tak mudah berair.

Menurutnya, sengaja dibuat lebih padat dengan komposisi perbandingan beras dan air yang tidak terlalu jauh, karena kuahnya sudah cukup banyak.

Halaman
12
Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help