Berita Banjarmasin

Masuk DPO, Oknum Kepala Kantor Pos Diciduk

Setelah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Rejanglebong Polda Bengkulu selama sekitar 20 hari, Muhapril Asri (49)

Masuk DPO, Oknum Kepala Kantor Pos Diciduk
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setelah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Rejanglebong Polda Bengkulu selama sekitar 20 hari, Muhapril Asri (49), Kepala Kantor Po Kecamatan PU Tanding Kabupaten Rejang Lebong diciduk jajaran Resmob Polda dan Unit Ranmor Polda, Kamis (7/9) sore.

Lelaki warga Jalan BuKit Barisan Rt.09 Kelurahan Dempo Kecamatan Lubuk Linggau Timur II Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan ini ditangkap petugas tanpa perlawanan di Jalan Manggis Gang Delima Raya kelurahan Kuripan Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin.

Dari tersangka petugas yang melakukan penangkapan menemukan barang bukti termasuk uang. Informasi diperoleh tersangka dicari petugas dan masuk DPO karena menggelapkan uang kantor sekitar Rp315.901.160.

Direktur Kriminal Umum Kombes Sofyan Hidayat melalui Kasubdit Jatanras AKBP Afebrianto, membenarkan penangkapan DPO tersebut.

"Ia kita tangkap kemarin, saat ini tengah diperiksa sambil menunggu dijemput petugas Polda Bengkulu," tutur Afebrianto.

Menurutnya kronologis penggelapan dalam jabatan yang dilakukan tersangka dari data pihaknya terima yakni terjadi pada Rabu (23/8) lalu sekitar pukul 10.15 WIB di masjid Kantor Pos Kecamatan PU Tanding Kabupaten Rejang Lebong

Modus pelaku menggelapkan uang milik PT Kantor Curup dengan cara pelaku menggunakan sistem aplikasi wesel pos ke rekening milik pelaku kemudian saksi melaporkan kepada atasannya berkas nasabah transaksi mencurigakan.

Kemudian pelapor langsung mendatangi kantor pos PU Tanding dan tersangka sudah tak ada lagi di tempat dan kejadian ini dilaporkan ke petugas. Kerugian yang dialami yakni Rp.315.901.160.

Dalam penangkapan ini barang bukti yang diamankan antara lain 3 (tiga) buah HP merk samsung, 1(satu) buah HP merk oppo, beberapa rekening tabungan , dan uang. tunai Rp.7.000.000,

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help