BanjarmasinPost/

Berita Regional

Bayi Debora Meninggal karena Ortu Tak Punya Uang Bayar Perawatan, Ini Alasan Pihak Rumah Sakit

Pihak manajemen menyampaikan bahwa awalnya Debora diterima instalasi gawat darurat (IGD) pukul 03.40 WIB dalam keadaan tak sadar dan tubuh membiru.

Bayi Debora Meninggal karena Ortu Tak Punya Uang Bayar Perawatan, Ini Alasan Pihak  Rumah Sakit
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Senin (11/9/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - PIHAK Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres buka suara soal meninggalnya bayi Debora di rumah sakit mereka. Dalam keterangan persnya, pihak manajemen menyampaikan bahwa awalnya Debora diterima instalasi gawat darurat (IGD) sekitar pukul 03.40 WIB dalam keadaan tidak sadar dan tubuh tampak membiru.

“Pasien dengan riwayat lahir prematur memiliki riwayat penyakit jantung bawaan (PDA) dan keadaan gizi kurang baik,” kata pihak manajemen dalam ketera­ngan persnya.

Berdasarkan pemeriksaan, bayi pasangan Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi itu diterima pihak rumah sakit dalam kondisi napas berat dan banyak dahak, saturasi oksi­gen sangat rendah, nadi 60 kali per menit, dan suhu badan 39 derajat celcius.

Pihak rumah sakit menyatakan, mereka melakukan pertolongan pertama berupa penyedotan lendir, pemasangan selang ke lambung dan intubasi (pasang selang napas), lalu dilakukan bagging atau pemompaan oksigen dengan menggunakan tangan melalui selang napas, infus, obat suntikan, dan diberikan pengencer dahak (nebulizer).

Pemeriksaan laboratorium dan radiologi juga dilakukan. Menurut pihak rumah sakit, setelah itu kebiruan berkurang serta oksigen membaik meski kondisi Debora masih kritis. Kemudian, dokter Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres menyarankan kepada Henny agar Debora ditangani di ruang PICU.

Dalam keterangan persnya, pihak rumah sakit menyebut Henny menolak perawatan di ICU lantaran terkendala biaya. Dokter pun menawarkan kepada Henny agar Debora dirujuk ke RS yang bekerja sama dengan BPJS. “Ibu pasien setuju. Dokter pun membuat surat rujukan dan kemudian pihak RS berusaha menghubungi beberapa RS yang merupakan mitra BPJS. Dalam proses pencarian RS tersebut, baik keluarga pasien maupun pihak rumah sakit kesulitan mendapatkan tempat,” tulis manajemen.

Namun, Henny, orangtua bayi Debora membantah keterangan yang disampaikan rumah sakit. Menurut dia, Debora tidak memiliki riwayat kekurangan gizi. Beratnya yang hanya 3,2 kilogram pada usia empat bulan itu, karena Debora lahir prematur.

Henny juga menyangkal menolak perawatan di PICU. Pengakuan Henny, dia sudah memohon kepada pihak administrasi dan dokter jaga agar Debora dimasukan dulu ke PICU RS Mitra Keluarga Kalideres. (dik/ajg/hid/wly)

Baca lengkapi di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Senin (11/9/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help