BanjarmasinPost/

Travel Kaltara

Dengan Tameng dan Hiasan Burung Enggang, Tamu Bakal Disuguhi Ini Oleh Suku Dayak Kenyah

Setiap tamu baik pejabat maupun turis lokal yang berkunjung di perkampungan Dayak Kenyah akan diperlakukan sama yakni tarian penyambutan tamu

Dengan Tameng dan Hiasan Burung Enggang, Tamu Bakal Disuguhi Ini Oleh Suku Dayak Kenyah
kompas.com
Penari Dayak Kenyah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tangan Laurina (12), Amalaia (11), dan enam penari lainnya terlihat gemulai. Mereka mengikuti irama musik Dayak Kenyah yang mengalun dari salon pengeras suara di rumah panggung milik ketua adat Dayak Kenyah di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Tarian itu dinamakan tarian Selamat Datang. Kali ini, mereka menari untuk menyambut belasan siswa SMKN 1 Seimenggaris yang berkunjung ke rumah Katua Adat Dayak Kenyah, di Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Seimenggais, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Setiap tamu baik pejabat maupun turis lokal yang berkunjung di perkampungan Dayak Kenyah akan diperlakukan sama yakni tarian penyambutan tamu dan tarian perang.

Ketua Adat Dayak Kenyah Kabupaten Nunukan, Uwing Surang mengatakan, Tarian Pebekatawai dan tarian perang dalam menyambut tamu yang datang dimaksudkan untuk mempererat tali persaudaraan dan sebagai penghormatan kepada tamu yang datang.

“Semua tamu kami sambut dengan tarian tersebut sebagai ucapan selamat datang,” ujarnya Minggu (10/9/2017).

Tarian Pebekatawai biasanya dibawakan 8 gadis dari Suku Dayak Kenyah. Menurut Sepriyati, penggiat budaya Dayak Kenyah, tarian tersebut merupakan simbol persaudaraan.

Melalui tarian tersebut, Suku Dayak Kenyah di Nunukan berharap bisa mempererat tali persaudaraan dengan para tamu yang berkunjung ke Perkampungan Dayak kenyah.

"Pebeketawi dalam bahasa kami artinya persaudaraan. Dengan tarian tersebut kami berharap persaudaraan bisa dipererat,” tuturnya.

Selain menggelar tari Pebeketawai, pengunjung Kampung Dayak Kenyah juga akan disuguhi tarian perang yang dibawakan seorang penari yang berperan sebagai panglima perang.

Untuk tarian ini, mereka mengenakan tameng, toi dengan hiasan bulu burung enggang, serta pakaian perang khas Suku Dayak Kenyah.

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help