BanjarmasinPost/

Masih Tak Bebas Pencemaran

Mohon perhatian seluruh jajaran Pemkab Banjar. Kami sebagai warga Kabupaten Banjar merasakan bahwa hingga kini Sungai Martapura masih

Masih Tak Bebas Pencemaran
Banjarmasinpost.co.id
Hot Line BPost 0816215000 

BANJAR - Mohon perhatian seluruh jajaran Pemkab Banjar. Kami sebagai warga Kabupaten Banjar merasakan bahwa hingga kini Sungai Martapura masih tak bebas dari pencemaran khususnya limbah.

Apalagi, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, tentu saja limbah yang dihasilkan dari sisa kegiatan masyarakat akan menjadi tambah banyak, termasuk kotoran manusia yang mencemari sungai-sungai, antara lain Sungai Martapura.

Beberapa infrastruktur sanitasi yang terbangun sebelumnya seperti MCK komunal, septic tank komunal tidak termanfaatkan dengan baik. Warga yang mendapat fasilitas berbalik menggunakan jamban terapung.

Lantas, adakah dinas terkait memantau tingkat pencemaran di Sungai Martapura? Terus apa upaya konkret Pemkab Banjar dalam menekan pencemaran tersebut? Terima kasih atas perhatiannya.
087841003787

TANGGAPAN:
TERIMA kasih atas informasinya. Perlu diketahui, bahwa masyarakat Kabupaten Banjar di 169 desa/kelurahan bermukim di wilayah bantaran sungai dan sebagian besar masyarakatnya terbiasa buang air besarnya (BAB) di jamban terapung di atas sungai.

Menurut catatan kami, terdapat sekitar 3.000 buah jamban terapung di sepanjang aliran Sungai Martapura saja, dan sebanyak sekira 9.000 buah jamban terapung di seluruh sungai wilayah Kabupaten Banjar dan satu buah jamban terapung dapat digunakan sekitar 10 KK.

Dan tentu saja juga, masyarakat yang bermukim sepanjang bantaran sungai banyak atau terbiasa yang menggunakan air sungai dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk mandi, cuci dan buang hajat.

Menurut hasil penelitian sementara, air sungai Martapura tercemar limbah domestik yang bersumber dari jamban terapung tersebut. Kadar E coli dan Coliform yang mencapai
di kawasan hulu sungai 9.120 MPN/ml dan 20.700 MPN/ml dan di hilir 8.220 MPN/ml dan 22.280 MPN/ml.

Kadar tersebut telah melebihi baku mutu yang ditetapkan dalam Pergub Kalsel Nomor 5 Tahun 2007 (E coli 100 MPN/ml, Coliform 1000 MPN/ml).

Apalagi, permukiman penduduk secara geografis yang terletak di DAS, lahan permukiman yang sempit, kondisi hidrologi dengan muka air tanah tinggi.

Melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait, kami setiap saat berusaha mencermati terutama baku mutu di DAS. Selain itu, juga berusaha melakukan penyuluhan ke masyarakat untuk meminimalisasi tingkat pencemaran dari limbah tersebut dan kegiatan lainnya. Demikian, terima kasih perhatiannya terhadap lingkungan.

H BOYKE W TRIESTIYANTO ST MT
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar

Tags
hotline
Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help