BanjarmasinPost/
Home »

Video

Berita Hulu Sungai Utara

NEWSVIDEO : Inilah Kai Harum, Ajarannya Jadi Kontroversi di HSU

"Kami meminta MUI segera melakukan kajian agar bisa diketahui apakah majelis ini memang menyalahi Islam atau tidak," ungkapnya.

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Seorang warga Desa Cempaka, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Muhammad Asri atau yang dikenal dengan Kai Harum belakangan menjadi perbincangan.

Pasalnya ajaran yang dibawakannya dinilai berbeda dengan biasanya. Kai Harum memiliki sebuah gua di bawah tanah yang biasa digunakan untuk dia berdiam diri.

Beberapa orang yang datang dari dalam dan luar daerah sering masuk ke dalam gua tersebut. Sebelumnya Kai Harum memberi peringatan bagi siapa saja yang berhati jahat bisa merasakan hal yang berbeda.

Kai Harum saat ditemui di kediamannya mengaku beberapa orang yang pernah masuk gua tersebut merasakan badan yang panas dan gatal seluruh badan.
"Kesalahan yang sering dibuat di dunia bisa langsung dirasakan akibatnya saat didalam gua, bagi manusia yang masih t akut mati tidak usah masuk," ujarnya.

Ini adalah ritual yang biasa dilakukan pengunjung saat datang di kediamannya yang dinamai jamaah sholawat dan zikir Kai Harum.

Kapolsek Amuntai Selatan Iptu Heri mengatakan pendapat yang berkembang di masyarakat saat ini belum ada dasar hukumnya, hanya informasi yang beredar dari mulut ke mulut. Sehingga Polsek Amuntai Selatan saat ini terus melakukan pengamanan agar tidak ada perselisihan.

"Kami masih menunggu realisasi dari MUI HSU untuk melakukan tindakan, apakah dilarang atau tidak," ujarnya.

Mengamankan situasi dilakukan saat melakukan kunjungan ke kediaman Kai Harum dan melihat kondisi masyarakat.

"Jangan sampai ada kericuhan, kami terus mengawasi dan mengamankan karena ada warga yang justru meminta majelis tersebut ditutup," ujarnya.

Kepala Desa Cempaka Linin mengatakan informasi yang berkembang desa Cempaka saat ini mengalami keresahan, namun nyatanya warga sekitar justru tidak ada melakukan kegiatan yang mengancam keamanan lingkungan.

"Kami meminta MUI segera melakukan kajian agar bisa diketahui apakah majelis ini memang menyalahi Islam atau tidak," ungkapnya.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help