Berita Hulu Sungai Utara

Kisah Wanita Melahirkan di Kelotok Ternyata Sangat Dramatis, dari Mendung Hingga Mesin Ngadat

Pada pukul 15.00 Wita, pembukaan lengkap dan pecah air ketuban. Namun setelah berusaha selama 30 menit, bayi belum juga lahir.

Kisah Wanita Melahirkan di Kelotok Ternyata Sangat Dramatis, dari Mendung Hingga Mesin Ngadat
Istimewa
Hadiati (27), warga Desa Padang Bangkal, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terpaksa melahirkan di jukung bermesin (kelotok) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Di bawah mendung, Bidan Ernia Sari dengan sigap membantu memindahkan Hadiati (27) ke kelotok.

Dia pun membawa perlengkapan persalinan, siapa tahu ada apa-apa di perjalanan dari Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Padang Bangkal Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara menuju Puskesmas Alabio.

Minggu (10/9) pagi, Hadiati yang merupakan warga Padang Bangkal sakit perut dan merasa akan melahirkan. Dia lalu dibawa anggota keluarga menggunakan sepeda motor menuju poskesdes. Perjalanan dilakukan secara hati-hati. Apalagi jalanannya berupa titian.

Sesampainya, Hadiati langsung mendapatkan perawatan dari Bidan Ernia. Benar saja, pada pukul 09.00 Wita itu, pasien sudah memasuki pembukaan dua.

Pada pukul 15.00 Wita, pembukaan lengkap dan pecah air ketuban. Namun setelah berusaha selama 30 menit, bayi belum juga lahir. Akhirnya Ernia memutuskan membawa Hadiati ke Puskesmas Alabio.

Ini juga bukan perjalanan mudah. Dari Padang Bangkal menuju Puskesmas Alabio di Seda Hambuku harus menggunakan transportasi air. Itu karena jalan darat hanya bisa dilalui sepeda motor dan kondisinya juga rusak.

Perjalanan menuju Hambuku menggunakan kelotok biasanya sekitar 15 menit. Setibanya di dermaga, mereka harus menuju puskesmas dengan transportasi darat.

Dalam perjalanan ternyata kelotok sempat mogok. Tak jauh dari dermaga, Hadiati kembali kontraksi. Dengan segenap kemampuan, Bidan Ernia berusaha melakukan penanganan. Rasa syukur dipanjatkan. Bayi Hadiati lahir di dalam kapal kelotok. Bayi kedua Hadiati laki laki.

"Ibu dan bayinya sehat sehingga kami bawa kembali ke Poskesdes untuk mendapatkan perawatan, setelah istirahat dan pemulihan ibu dan anak diperbolehkan pulang pada malam hari," ungkap Bidan Ernia kepada BPost. (*)

Berita lengkap baca BPost Cetak edisi Selasa (12/9/2017) atau http://banjarmasin.tribunnews.com/bpost/index.php?hal=1

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help