BanjarmasinPost/

Berita Tabalong

493 Mahasiswa UIN Antasari Serbu Tabalong, Ngapain Ya?

Menurutnya, Tabalong ‎merupakan tempat yang sangat strategis dengan dilintasi tiga provinsi, sehingga makin maju dan masyarakatnya makin sejahtera.

493 Mahasiswa UIN Antasari Serbu Tabalong, Ngapain Ya?
Humas Pemkab Tabalong
Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani menyambut mahasiswa UIN Antasari yang KKN di Tabalong 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Selama dua bulan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Tabalong.

Jumlah mahaiswa yang mengikuti KKN sebanyak 493 mahasiswa dan direncanakan berlangsung selama 2 bulan, dari  7 September hingga 7 November 2017‎.

Rektor UIN Antasari, Prof H Akhmad Fauzi Aseri, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tabalong, dimana sudah banyak kerjasama yang dijalin dengan daerah ini.

Menurutnya, Tabalong ‎merupakan tempat yang sangat strategis dengan dilintasi tiga provinsi, sehingga makin maju dan masyarakatnya makin sejahtera.

"Gunakanlah waktu 2 bulan ini untuk meningkatkan kebaikan-kebaikan di desa-desa, jangan sampai terganggu apalagi tergelincir ‎oleh pikiran-pikiran yang selama ini merusak amanah dari pendiri bangsa ini," pesannya.

Dirinya juga meminta agar mahasiswanya bisa diberi nimbingan dari SKPD, DPRD, seluruh tokoh masyarakat dan agama, sert dari Pemkab Tabalong.

"Untuk mahasiswa juga supaya sering berkoordinasi dengan para camat, kades dan lainnya‎," ujarnya.

Terpisah, Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani, mengatakan, KKN UIN Antasari di Tabalong ini merupakan kehormatan karena sepanjang sejarah, KKN kali ini terbesar yang dilaksanakan di Tabalong.

"Harapan saya kepada mahasiswa yang melaksanakan giat KKN di Tabalong ini, diantaranya bagaimana para mahasiswa dan mahasiswi dapat membantu kami untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Tabalong yang agamis," kata bupati.

Bupati juga menyampaikan, banyak hal yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa selama KKN di Tabalong, baik melalui majelis taklim, ‎TK/TPA dan lainnya.

Selain itu, diharapkannya, mahasiswa juga bisa mengembalikan kepercayaan petani yang mengalami kerugian setelah hasil perkebunannya harganya anjlok serta membantu pemasaran tanaman hortikutura.

Penulis: Dony Usman
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help