BanjarmasinPost/

Berita Banjarbaru

Dosen Politala Bikin Mesin Pakan Kambing Fermentasi pakai Teknologi Sederhana, Begini Hasilnya

Di sela kesibukannya sebagai dosen di Politeknik Negeri Tanahlaut (Politala), Anton Kuswoyo menyempatkan diri memelihara beberapa kambing.

Dosen Politala Bikin Mesin Pakan Kambing Fermentasi pakai Teknologi Sederhana, Begini Hasilnya
Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Kamis (14/9/2017) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Di sela kesibukannya sebagai dosen di Politeknik Negeri Tanahlaut (Politala), Anton Kuswoyo menyempatkan diri memelihara beberapa kambing.

Namun belakangan dia kesulitan mencari rumput setiap hari. Apalagi waktunya lebih banyak tersita untuk mengajar.

Anton pun mulai berpikir bagaimana supaya bisa membuat pakan kambing dalam waktu cepat dan dapat disimpan lama. Dari sinilah muncul ide menciptakan mesin pembuat pakan kambing fermentasi otomatis.

Ide tersebut kemudian dibicarakan dengan rekan-rekannya sesama dosen Politala yakni Mufrida Zein, Jaka Darma Jaya, Sukma Firdaus dan Nuryati. Agar lebih serius dibentuklah tim yang diketuai Anton.

Hasilnya sebuah alat yang diberi nama i-GITA. Sekilas alat ini terlihat sederhana. Fsiknya mirip alat penggiling daging atau kelapa yang biasa terlihat di pasar. Tapi alat ini berdaya guna tinggi.

Dengan menggunakan i-GITA, pakan kambing dapat dibuat lebih cepat. Hasilnya pun dapat disimpan dalam waktu lama sehingga tidak perlu mencari rumput tiap hari. Selain itu, pakan fermentasi ini mengandung nilai gizi yang sangat baik bagi pertumbuhan kambing.

Bahan baku pembuatan pakan kambing pun tidak hanya dari rumput, tetapi juga bisa dari limbah pertanian yang selama ini dibuang begitu saja.

Anton dan anggota tim berharap mesin pembuat pakan kambing fermentasi otomatis ini dapat berguna bagi peternak kambing yang ingin memelihara kambing secara intensif.

Penciptaan i-GITA, menurut Anton, tidak lepas dari dukungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang telah memberikan dana melalui Program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) 2017. Setelah bersaing dengan lebih dari 800 proposal dari perguruan tinggi se-Indonesia, akhirnya Tim Politala berhasil memenangkan hibah CPPBT tahun ini.

Direktur Politala, Mufrida Zein, menyatakan mendukung kreativitas para dosennya. Semakin banyak karya inovasi yang dihasilkan, semakin mengangkat nama baik dan akreditasi kampus.

“Kami berharap karya inovasi dosen ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga keberadaan Politala dapat benar-benar memberikan manfaat dan kontribusi bagi masyarakat,” katanya.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politala, Marlia Adriana juga sangat senang dan dukung kreasi dan inovasi para dosen. P3M secara rutin melakukan pendampingan sekaligus monitoring dan evaluasi kepada tim dosen yang melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian. (kur)

Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Kamis (14/9/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help