BanjarmasinPost/

Vaksinasi MR di Kalsel

Kasus Meninggalnya Murid Jadi Perhatian Disdik Kota Banjarmasin

Adanya kasus murid sekolah meninggal diduga sebagai korban vaksin Measles Rubella (MR) langsung jadi perhatian Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin.

Kasus Meninggalnya Murid Jadi Perhatian Disdik Kota Banjarmasin
Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Kamis (14/9/2017) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Adanya kasus murid sekolah meninggal diduga sebagai korban vaksin Measles Rubella (MR) langsung jadi perhatian Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. Nuryadi Kabid Bina SD Disdik Kota Banjarmasin mengatakan, sekolah memang banyak jadi objek dalam proses imunisasi.

“Kami memang belum dengar langsung, tapi itu jadi perhatian kami,” katanya.

Informasi sementara yang berhasil dihimpun, di Banjarmasin tahun ini tidak ada imunisasi MR. Pelaksanaan baru dilakukan tahun depan oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

Sayangnya, Anies Suroyo, Kadinkes Kota Banjarmasin yang coba dikonfirmasi enggan memberikan komentar. Dia enggan berkomentar baik melalui pesan singkat maupun konfirmasi langsung.

Sementara itu, imunisasi MR akan diluncurkan awal Agustus 2018.

“Sasarannya usia anak sekolah dari PAUD, TK, SD dan SMP,” ungkap Antonius Jaka, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Kabupaten Tanahlaut, Selasa (12/9).

Menurut Jaka, sukses pelaksana imunisasi pada awal Agustus itu, dilanjutkan awal September 2018 untuk kalangan bayi dan balita.

“Memang, sasaran imunisasi MR adalah usia sembilan bulan hingga 15 tahun, jumlahnya 92.769 orang,” ujarnya.

Jaka mengaku memantau peristiwa meninggalnya anak pelajar usai disuntik imunisasi. Namun, menurut dia, kematian bukan karena suntik imunisasi. Tapi sebelumnya, peserta sudah memiliki riwayat penyakit sebelum disuntik imunisasi. Akibat ada penyakit bawaan diberi imunisasi tidak kebal.

Jaka mengaku mengantisipasi peristiwa imunisasi di Pulau Jawa tidak terjadi di Kalimantan Selatan, sebaiknya khusus peserta imunisasi yang punya riwayat penyakit harus jujur dan mengaku punya penyakit bawaan kepada petugas medis.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help