Berita Banjarmasin

Penyebar Hoax Banyak Menyasar Pengguna Medsos, Anak Muda Rentan Terjebak Hoax

Para pemuda, khususnya mahasiswa adalah kalangan yang paling rentan termakan hoax atau informasi palsu

Penyebar Hoax Banyak Menyasar Pengguna Medsos, Anak Muda Rentan Terjebak Hoax
BANJARMASINPOST.co.id/rahmadhani
Dialog Kebangsaan Partisipasi Generasi Muda yang Berwawasan Kebangsaan dalam Ikut Membangun Kota Banjarmasin, Kamis (14/9/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Para pemuda, khususnya mahasiswa adalah kalangan yang paling rentan termakan hoax atau informasi palsu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Hal ini, kata Kepala Kesbangpol Kota Banjarmasin Kasman, banyak penyebar hoax yang menyasar para pemuda.

"Karena sebagian besar hoax ya disebar melalui media sosial. Dan media sosial, sebagian besar penggunanya adalah anak muda," kata Kasman di hadapan para mahasiswa saat Dialog Kebangsaan Partisipasi Generasi Muda yang Berwawasan Kebangsaan dalam Ikut Membangun Kota Banjarmasin, Kamis (14/9/2017).

Mahasiswa, kata Kasman, kerap ingin membagikan hal yang menurutnya benar khususnya di media sosial.

"Jadi karena banyak hoax yang menyebar di media sosial, harus pintar dalam memilah informasi yang benar. Tidak asal bagi. Nah mahasiswa harus bisa jadi pelopor dalam membagikan informasi yang benar," kata dia.

Bila menemukan informasi yang berbau hoax, mahasiswa harus bisa menyetop dengan tidak lagi menyebarkan.

Menurut dia, masih banyak masyarakat yang belum tahu soal UU ITE dimana penyebar hoax pun bisa dikenakan pidana.

"Nah di sini peran mahasiswa lagi, harus bisa mengedukasi masyarakat soal hoax ini," katanya.

Memang saat ini banyak hoax di media sosial yang mengangkat isu nasional untuk menggoyang pemerintahan.

Tapi, di Banjarmasin, kata Kasman, sudah mulai banyak beredar informasi-informasi hoax yang dimaksudkan untuk menyerang pemerintahan daerah.

"Harus diakui sudah mulai muncul. Maka dari itu kita semua perlu waspada," kata dia.

Sementara itu, Kesbangpol Kalsel Taufiq mengingatkan, saat ini banyak serangan ke Negara Indonesia berupa serangan non militer.

"Ya dalam bentuk informasi-informasi palsu untuk memecah belah anak bangsa. Tidak melalui militer memang, tapi lewat informasi khususnya di media sosial," pungkasnya. (*)

Penulis: Rahmadhani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved