Berita Internasional

Ayah Berperilaku Bejat Ini Dihukum 480 Tahun Penjara di Pengadilan Malaysia, Ini Perbuatannya

Ia memperkosa putrinya yang masih remaja, dalam rentang waktu Januari hingga Desember 2016 lalu di rumahnya di Sungai Bulat, Malaysia.

Ayah Berperilaku Bejat Ini Dihukum 480 Tahun Penjara di Pengadilan Malaysia, Ini Perbuatannya
Ayah bejat dihukum 480 tahun penjara 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Vonis hakim atas kejahatan sadis yang dilakukan pria ini mencengangkan.

Bukan 10 atau 20 tahun, tetapi ratusan tahun dijatuhkan hakim pada pria bejat ini.

Pria yang merupakan seorang ayah ini dijatuhi hukuman penjara selama 480 tahun.

Berkali-kali lipat dari sisa usianya yang kini menginjak 38 tahun.

Hukuman ini dijatuhkan karena aksi bejat pria ini pada putrinya yang baru berusia 13 tahun.

Ia memperkosa putrinya yang masih remaja, dalam rentang waktu Januari hingga Desember 2016 lalu di rumahnya di Sungai Bulat, Malaysia.

Perbuatan bejatnya berlanjut pada Juli hingga 5 September ini di lokasi yang sama. Setiap kali putrinya kembali pada akhir pekan dari asrama sekolah.

Bejatnya aksi pelaku membuat hakim Pengadilan Sesi, Maris Agan menjatuhkannya dengan hukuman seberat-beratnya.

Ia dituntut dengan 16 tuntutan, masing-masing tuntutan memiliki hukuman 10 hingga 30 tahun penjara, sesuai aturan 376B (1) KUHP.

Nasib anaknya lebih menderita lagi. Anak yang menjadi korban perkosaan di bawah umur ini menderita tumor di rahimnya.

Ia sempat menjalani operasi pengangkatan indung telur. Usai operasi, perbuatan bejat ayahnya kerap dilakukan.

Tak tahan dengan nasibnya, ia mengadukan nasibnya pada ibunya dan mengungkapkan perilaku bejat dilakukan oleh guru di sekolahnya.

Namun pihak kepolisian mengungkap kasus tersebut dan pelaku adalah ayahnya sendiri. Ayahnya ditangkap pada 7 September lalu, hingga dijatuhi hukuman 480 tahun penjara.

Perwakilan Jaksa, Inspektur G Anbarasu mengajukan banding atas hukuman 480 tahun yang dijatuhkan pada terdakwa.

Dengan pertimbangan, korban akan mengalami trauma sepanjang hidupnya. Sementara terdakwa yang tidak didampingi pengacara juga mengajukan banding.(*)

Penulis: Restudia
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved