Kriminalitas Kabupaten Banjar

Penjambret Acungkan Pisau Usai Rampas Tas, Nyali Rahmah Langsung Ciut

enjambret kembali beraksi di kawasan Jalan Kayu Bawang, Gambut, Kabupaten Banjar. Kali ini, Minggu (17/9) sekitar pukul 15.00 Wita.

Penjambret Acungkan Pisau Usai Rampas Tas, Nyali Rahmah Langsung Ciut
Harian Metro Banjar Edisi Cetak Senin (18/9/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Penjambret kembali beraksi di kawasan Jalan Kayu Bawang, Gambut, Kabupaten Banjar. Kali ini, Minggu (17/9) sekitar pukul 15.00 Wita, si raja tega mengerjai Hj Rahmah (45).

Rahmah sempat mengejar penjambret, tapi tidak sampai jauh. Karena ditakut-takuti penjambret dengan mengacungkan pisau.

Sial bagi Rahmah, si penjambret berhasil membawa dompetnya yang berisi KTP, SIM dan surat penting serta uang ratusan ribu rupiah. Menurut warga Jalan Selokan Raya RT 13 Gambut, ini pelakunya dua orang. Saat beraksi mereka menggunakan sepeda motor jenis matic.

Sebelum kejadian, Rahmah bermaksud pulang ke rumah, setelah berkunjung ke rumah sepupu di Handil Durian.

Dengan menggunakan sepeda motor matic TVS, Rahmah meluncur menuju rumahnya di Jalan Selokan Raya.

Ketika berada di jalan Desa Kayu Bawang, di dekat sebuah masjid, Rahmah kaget bukan kepalang. Tiba-tiba sebuah sepeda motor memepetnya dan salah seorang penumpangnya mengambil dompet, yang Rahmah ditaruh di kantong loker sepeda motor.

Rahmah tidak berhasil mencegah aksi penjambretan tersebut. Pasalnya, saat itu dia lebih mengutamakan keselamatan putrinya, Noor, yang ada diboncengan. Setelah berhasil mengambil dompet milik Rahmah, penjambret kabur ke arah Jalan A Yani, Gambut.

Sebenarnya, Rahmah berupaya mengejar penjambret sambil berteriak maling. Namun keberanian Rahmah itu sirna saat melihat pelaku mengeluarkan pisau dan mengacungkan ke arahnya.

"Aku sempat mengejar sambil berteriak maling. Anaku, Noor, juga sempat berteriak copet. Tetapi, pelaku mengancam pakai pisau. Aku langsung takut dan berhenti mengejar," ujarnya.

Saat penjambret beraksi suasana di Jalan Kayu Bawang cukup ramai. Warga pun menyaksikan saat Rahmah dan anaknya berteriak maling. Tapi tidak seorang pun yang berani mengadang pelaku.

"Sayangnya saya tidak mengingatkan nomor polisi sepeda motor penjambret. Seandainya, lihat mungkin bisa dilacak pelakunya," ujarnya. (wid)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help