Berita Hulu Sungai Selatan

Soal Tuntutan Pembayaran Upah oleh Pekerja, Begini Tanggapan Pihak Perusahan

"Kami tidak bisa memberikan komentar, karena yang berwenang sedang tugas di lapangan," katanya.

Soal Tuntutan Pembayaran Upah oleh Pekerja, Begini Tanggapan Pihak Perusahan
Istimewa
Suasana Aksi warga Sungai Raya tuntut upah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Pihak PT Selaras Mandiri Sejahtera (SMS) masih belum memberikan keterangan resmi terkait dengan adannya sejumlah warga yang melakukan aksi tuntutan upah kerja, Senin (18/9/2017).

Pihak Kantor cabang PT SMS yang berada di Jalan Sudirman Desa Tibung Raya Kecamatan Kandangan belum bisa dimintai keterangan.

Seorang staf yang bertugas di kantor saat ditemui menyebutkan, pihak yang berkompeten sedang tidak ada di kantor.

Baca: Indonesia vs Timor Leste, 5 Fakta Pencetak Hat-trick Garuda Asia, Nomor 2 Terkait Legenda Argentina

"Kami tidak bisa memberikan komentar, karena yang berwenang sedang tugas di lapangan," katanya.

Berdasarkan sumber Bpost, PT SMS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penambangan galian C.

Sementara itu, Kapolsek Kandangan AKP Zaini Husni mengatakan, pihaknya tidak ada menerima laporan atau izin adanya aksi yang dilakukan sejumlah warga Sungai Raya.

"Tidak ada warga yang datang ke Polsek Kandangan untuk mengajukan ijin atau melaporkan aksi terkait tuntutan warga tersebut," katanya.

Baca: Belasan Warga Sungai Raya Tuntut Pembayaran Upah Pengerjaan Pembangunan Irigasi

Sebelumnya, belasan warga Sungai Raya yang mengaku sebagai buruh dari PT Selaras Mandiri Sejahtera ( SMS ) melakukan aksi menuntut pembayaran upah atau invoice, Senin, (18/9) siang.

Aksi mereka lakukan di Lokasi pembangunan irigasi proyek pusat yang berada di Desa Baluti Kecamatan Kandangan.

Dengan menggunakan kertas karton dengan bertulisan tuntutan mereka, aksi dilakukan dengan menyetop aktivitas pekerjaan di sana.

Aksi yang mereka lakukan tidak terlalu lama. Setelah menyampaikan tuntutan mereka membubarkan diri.

Satu di antara warga yang menuntut upah menuturkan bahwa mereka mengaku belum dibayar selama dua pekan. Sekadar diketahui, mereka mendapatkan upah setiap satu pekan sekali.

"Kami hanya menuntut keadilan. Sudah dua minggu ini, invoice kami belum dibayar," kata Apus (43) warga Sungai Raya usai aksi.

Apus yang mengaku sebagai buruh pengamanan di lokasi kerja saat ini bahkan tidak lagi bekerja di sana.

"Sudah dua minggu ini, tidak lagi bekerja dan invoice kami juga belum dibayar," katanya.

Penulis: Aprianto
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved