Berita Banjarmasin

Dampak Seks Pranikah Pada Remaja, Begini Kata Psikolog Ini

Pada acara yang dilaksakanan oleh Prodi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ULM tersebut

Dampak Seks Pranikah Pada Remaja, Begini Kata Psikolog Ini
Isti Rohayanti
Kegiatan kuliah umum yang digelar oleh Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin di aula dua FKIP ULM Selasa (19/9/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Dosen Psikologis Klinis Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada (UGM) Ira Paramastri sampaikan dampak seks pranikah pada kalangan remaja pada kuliah umum yang diikuti oleh sejumlah mahasiwa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Selasa (19/9/2017).

Pada acara yang dilaksakanan oleh Prodi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ULM tersebut, kepada mahasiswa ia menyampaikan hal negatif dari seks pranikah. Di antaranya muncul trauma pada si pelaku.

Sebagai narasumber pada kuliah umum tersebut, ia mengatakan trauma akan hadir pada remaja ketika melakukan perbuatan tersebut. Bahkan menurutnya trauma itu tidak bisa hilang.

"Ketika ia telah melakukan seks pranikah dan terkena iming-iming maka ia akan mengalami trauma dan itu akan muncul terus. Semakin tua usia semakin menempel di otak dan tidak bisa hilang," ucap Ira.

Namun ia juga menjelaskan trauma bisa berkurang ketika jiwa dan raga mengalami keseimbangan. Sehingga orang yang mengalami trauma menurutnya harus bisa menjaga keseimbangan mental. Hal itulah yang bagi Ira harus dipahami oleh mahasiswa yang mengikuti kuliah umum di aula dua FKIP ULM tersebut.

Terlebih ia menyampaikan dalam hal menghindari perilaku itu maka pengontrolan diri sangat diperlukan. Tentunya menurut Ira apabila sudah terlanjur kejadian, maka si pelaku terutama perempuan dianggap cacat. Dalam artian sudah tidak virgin.

"Ketika mereka telah melakukan itu maka jangan diulangi lagi dan harus menerima diri bahwa dia sudah cacat. Sehingga tidak akan membuat kesalahan kedua, ketiga, dan seterusnya. Kalau memang masih melakukan itu ya memang moralnya begitu, artinya muraham, " terang Ira di acara tersebut.

Tags
UGM
ULM
FKIP
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved