BanjarmasinPost/

Travel

Melihat Keunikan Ikan Teri Dikeringkan di Lampung, Ini Sebab Kenapa Dinamai Teri Medan

Bagi kita yang merasakan ikan teri di atas meja makan, tentunya belum banyak mengetahui asal ikan penuh berbagai ukuran tersebut.

Melihat Keunikan Ikan Teri Dikeringkan di Lampung, Ini Sebab Kenapa Dinamai Teri Medan
Foto-foto: Tribun Lampung/ Heru Prasetyo
Nelayan di Pulau Pasaran, Lampung, tengah mengangkat teri yang mereka jemur. Teri produksi nelayan setempat yang enak itu lebih terkenal di pasaran dengan nama Teri Medan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bagi kita yang merasakan ikan teri di atas meja makan, tentunya belum banyak mengetahui asal ikan penuh berbagai ukuran  dari paling kecil warna putih, ukuran besar warna agak coklat.

Ternyata ikan ini dibautnya terbanyak di Propinsi Lampung tepatnya di Pulau Pasaran, Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung, Propinsi Lampung.  Hasil dari sini pemasuk ke Jakarta, Sumatera Bagian Selatan.

Perjalanan dari Kota Bandar Lampung ke pulau ini memerlukan waktu sekitar tiga jam.  Itu jika dibantu  polraiders, jika tidak dipandu, kemungkinan perlu waktu tambahan satu jam lagi. Karena jalan mengarah ke tempat ini, dua jalur mobil berlawanan arah.

Ditambah  karakter masyarakat Lampung  dalam hal berkendaraan, apakah sepeda motor atau mobil, tidak mau mengalah dengan bus besar yang membawa rombongan wartawan DPR sekitar 100 orang dalam acara Press Gathering dengan obyek ke Propinsi Lampung.

Saat mau memasuki lokasi ke tempat penjemuran ikan teri, perjuangan selain di jalan raya ditambah lagi saat masuk ke dalam, jalannya yang hanya bisa dilalui satu mobil dengan berjarak tempuh sekitar 3 km menurut ukuran dari masyarakat sekitar itu.

Lolos dari pejalanan 3 km, harus turun dari mobil dan memasuki jalan lebar satu meter mengarah ke sungai bermuara ke laut berjarak tiga ratus meter. Dari tempat ini menyisir jalan di pinggir sungai ke Pulau Pasaran, kondisi di bawah terik matahari jam sebelas siang, sangat panas.

Saat menelusuri pinggir sungai, banyak kapal nelayan penangkap ikan teri sedang bertambat. Ciri khasnya, di samping kiri dan kanan kapal ukuran besar,  ada berbaris lampu neong digantung di tiang kayu. Alat ini untuk menarik perhatian ikan teri berkumpul setelah jala diturunkan ke dalam lait.

Perjalanan menyisir pinggir sungai mengarah sampai ke pulau ini menempuh  jarak lagi sekitar 1,5 meter. Untungnya ada sepeda motor yang dimodif menjadi kereta motor yaitu sepeda motor menarik gerbong tempat duduk sebanyak tiga gerbong. Sehingga terbantu dari rasa pegal kaki dan napas ngos-ngosan serta terik matahari .  

Pulau yang dituju bisa lewat darat karena terhubung dengan jembatan beton dengan tiang menancap di atas laut, yang ketika saat dilalui laut sedang surut dengan permukaan lumpur pasir terlihat.  

Jalan berupa jembatan ini lebar dua meter. Panjang jembatan sekitar satu kilo meter.

Halaman
123
Penulis: Murjani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help