Home »

Video

Berita Hulu Sungai Selatan

NEWSVIDEO: Pelaku Ilegal Fishing Masih Beraksi, Nelayan di Danau Bangkau Waswas

Sejumlah peristiwa bentrok antara pencari ikan dengan cara tradisional dan pencari ikan dengan alat setrum (Ilegal Fishing) menjadi bukti nyata

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Masyarakat Desa Bangkau, Kecamatan Kandangan, Hulu Sungai Selatan (HSS) tidak bisa leluasa mencari ikan di Danau Bangkau yang ada di wilayahnya.

Masih maraknya aksi ilegal fishing yang diduga dari warga luar Kabupaten HSS menjadikan masyarakat Desa Bangkau yang mayoritas mengandalkan hidup dari usaha mencari ikan harus berhati-hati saat bekerja.

Sejumlah peristiwa bentrok antara pencari ikan dengan cara tradisional dan pencari ikan dengan alat setrum (Ilegal Fishing) menjadi bukti nyata bahwa warga Desa Bangkau tidak bisa dengan leluasa mencari ikan.

Melimpahnya ikan air tawar di Danau Bangkau menjadikan lokasi ini menjadi surganya para pencari ikan. Mereka berasal dari tiga kabupaten yakni Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST) dan Hulu Sungai Utara (HSU). Danau Bangkau, memang berada di wilayah tiga Kabupaten ini.

Lumbung ikan yang seharusnya bisa dijadikan lokasi untuk meraih rizeki dengan cara yang baik, justeru masih disalahgunakan oleh oknum warga yang melakukan kegiatan ilegal fishing.

Setiap tahunnya, kasus bentrok antara pencari ikan tradisional versus ilegal fishing terus terjadi. Bahkan menelan korban luka hingga korban jiwa.

Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko SIK mengatakan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan.

"Dalam waktu dekat, dari Polres HSS, HST, HSU akan bersama-sama mengumpulkan kepada desa yang warganya masih sering mencari ikan di Danau Bangkau," katanya.

Pihaknya juga akan mengundang stage holder terkait dari pemkab yang ada untuk mencari solusi apa pemecahan masalah dari danau bangkau.

Pihaknya berharap solusi dan peran aktif dari pemkab baik HSS, HST dan HSU untuk sama-sama mencari solusi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Penulis: Aprianto
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help