Berita Tanahlaut

Warga Kurau dan Bumimakmur Tunggu Jaringan Leding, Ini Kata Dirut PDAM Tanahlaut

Sementara ini, air bersih dari sumur masyarakat di Desa Malukabaulin, Kecamatan Kurau, diyakini Hikmatullah menjadi air layak konsumsi

Warga Kurau dan Bumimakmur Tunggu Jaringan Leding, Ini Kata Dirut PDAM Tanahlaut
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Penjual air bersih berkeliling menggunakan mobil di Desa Kurau melayani kebutuhan warga untuk keperluan konsumsi, Rabu (20/9/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Krisis air minum atau air bersih belum terjadi di wilayah Kecamatan Kurau dan Kecamatan Bumimakmur. Itu katakan Kapolsek Kurau, Iptu H Hikmatullah, Rabu (20/9/2017).

Menurut Hikmatullah, sejak bertugas memelihara ketertiban dan ketentraman masyarakat pada 2014 lalu, kebutuhan air mengandalkan sumur gali, sumur bor dan membeli kepada penjual air keliling.

"Sumur gali milik masyarakat atau sumur bor di pertanian atau di kantor Polsek ini hanya dapat digunakan untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK). Untuk konsumsi terpaksa membeli air dari Desa Malukabaulin," katanya.

Baca: Sungai-sungai di Tanahlaut Bebas E-Coli, Ternyata Ini Penyebabnya

Sementara ini, air bersih dari sumur masyarakat di Desa Malukabaulin, Kecamatan Kurau, diyakini Hikmatullah menjadi air layak konsumsi karena tidak berasa hanta seperti air sumur gali atau air dari sumur bor yang ada.

"Untuk mendapatkan air bersih, anggota kami membeli satu jeriken isi 35 liter itu seharga Rp 2000. Air sumur gali tidak dikonsumsi karena berasa kena intrusi air laut," ujarnya.

Hikmatullah berharap jaringan pipanisasi sistem penyediaan air minum regional Banjarbakula segera terealisasi. Itu karena pemasangan jaringan sepertinya sudah dikerjakan di wilayah Kecamatan Kurau dan Kecamatan Bumimakmur.

Mulyono, warga Desa Bumijaya, Kecamatan Pelaihari mengaku mengandalkan air sumur gali dan sebagian kecil mengandalkan sumur bor bantuan proyek Pamsimas.

Menurutnya, krisis air bersih dan air minum itu hanya terjadi saat musim kemarau panjang pada 2015 lalu. "Warga mendapat suplai air dari mobil pemadam kebakaran. Tahun 2016 dan tahun ini tidak terjadi karena air sumur masih memadai," katanya.

Mulyono mengaku memasang sumur bor di Balai Desa Bumijaya mengantisipasi kemungkinan jika terjadi krisis air. "Sumur bor itu bersumber dari dana desa tahun lalu. Warga sekitar balai desa terlayani," katanya.

Sistem penyediaan air minum (SPAM) regional terintegrasi Banjarbakula yang melintas di Kecamatan Kurau, Bumimakmur dan Kecamatan Batibati, Tambangulang masih dalam pengerjaan.

Itu dikatakan Direktur PDAM Tanahlaut, Eko Sugiharto menanggapi penantian warga di Kecamatan Kurau dan Bumimakmur yang sejak dahulu selalu membeli air bersih untuk dikonsumsi dari sumur gali di Desa Malukabaulin.

Eko Sugiharto menjelaskan jaringan pipanisasi SPAM Banjarbakula masih dalam pengerjaan, termasuk jaringan pipanisasi dari bantuan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut.

Khusus Jaringan pipanisasi yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tanahlaut itu berada di wilayah yang tidak dilintasi jaringan pipanisasi SPAM regional Banjarbakula.

"Saya hanya berwenang di wilayah Kabupaten Tanahlaut. Untuk realisasi SPAM regional Banjarbakula kewenangan pemerintah provinsi Kalsel. Saya juga menunggu realisasi SPAM regional Banjarbakula tersebut," katanya kepada para wartawan, Rabu (20/9/2017).

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help