Berita Banjarmasin

Waduh Kabut Saput Kota Banjarmasin, Penjelasan Dinas Lingkungan Hidup Sangat Mengejutkan

"Panas tinggi beberapa hari terakhir ini lebih karena faktor alam. Bukan karena kebakaran lahan atau karena ada kabut asap," kata M. Mahmud, Kabid Tat

Waduh Kabut Saput Kota Banjarmasin, Penjelasan Dinas Lingkungan Hidup Sangat Mengejutkan
Banjarmasin.Tribunnews.com
Alat pengukur kualitas udara Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Lingkunggan Hidup Kota Banjarmasin terus mewaspadai cuaca beberapa waktu terakhir yang cenderung panas dan menyengat.

Bahkan, dalam waktu-waktu tertentu ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan ini terlihat disaput kabut.

Yang mengejutkan, kabut itu bukan karena cuaca panas yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

Padahal biasanya kabut muncul akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan, yang menyebabkan asap tebal.

"Panas tinggi beberapa hari terakhir ini lebih karena faktor alam. Bukan karena kebakaran lahan atau karena ada kabut asap," kata M. Mahmud, Kabid Tata Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Kamis (21/9/2017).

Menurut Mahmud, untuk itu masyarakat yang ingin keluar rumah jika saat panas tinggi diharapkan memakai kacamata dan topi.

Alat pengukur kualitas udara di Banjarmasin saat ini ada dua, yakni di lobi Pemko Kota Banjamasin dan di balihon, depan hutan kota milik Korem.

"Dua alat pengukur kualitas udara ini menyajikan kondisi cuaca secara realtime. Ada lima indikator yang dilaporkan alat pengukur kualitas udara itu salah satunya kadar debu," tegas Mahmud.

Dengan dua alat pengukur kualitas udara tersebut, sambung Mahmud, maka untuk mengukur kualitas udara saat ini tak perlu lagi mengambil sampling udara untuk dibawa ke laboratorium lagi.

"Alat ini lebih praktis dan efesien. Masyarakat pun bisa lebih cepat mengetahui kondisi kualitas udara di Banjarmasin," tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, mengakui kondisi suasana kota ini agak berkabut, terutama di pagi hari.

Namun rasanya kabut ini bukan karena kabut asap dan sampai saat ini belum tercium bau asap.

"Kondisi kabut kali ini betul-betul karena karena pergantian musim dari kemarau ke musim hujan," tegas Mahmud. (BANJARMASINPOST.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help