Berita Hulu Sungai Selatan

Penyetrum Ikan Beraksi Malam Hari di Danau Bangkau

Aktivitas penyetrum sampai saat ini masih ada. Pada malam hari di Danau Bangkau masih terlihat adanya sorot-sorot lampu.

Penyetrum Ikan Beraksi Malam Hari di Danau Bangkau
BANJARMASINPOST.co.id/aprianto
Suasana nelayan Desa Bangkau usai mencari ikan di Danau Bangkau 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Aktivitas para nelayan dari Desa Bangkau Kecamatan Kandangan Hulu Sungai Selatan (HSS) masih berlangsung seperti biasanya, Jumat, (22/9).

Mereka mencari ikan dengan menggunakan alat tradisional seperti melonta, melokah, meringgi, malalangit dan memancing di Danau Bangkau.

Aktivitas itu rutin mereka lakukan agar bisa mencukupi keperluan sehari-harinya. Mereka hanya turun ke Danau Bangkau dari pagi hari hingga sore hari.

Kades Bangkau Ardiansyah mengatakan bahwa warganya seperti biasa mencari ikan di Danau Bangkau dengan menggunakan alat tradisional.

Namun, pihaknya masih melihat adanya aktivitas pencarian ikan pada malam hari. Mereka diduga merupakan warga dari luar Kecamatan Kandangan, HSS.

"Aktivitas penyetrum sampai saat ini masih ada. Pada malam hari masih terlihat adanya sorot-sorot lampu," katanya, Jumat, (22/9).

Untuk itu, pihaknya sangat berharap pemerintah dan pihak terkait bisa menyelesaikan kasus ilegal fishing yang ada di Danau Bangkau.

Kapolsek Kandangan AKP H Zaini Husni, Jumat, (22/9) mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pemantauan di Desa Bangkau sambil mencek kalau ada sumber api.

Camat Kandangan Ronaldy P Putra sebelumnya sudah mengatakan bahwa mayoritas warga Desa Bangkau mayoritas bekerja sebagai nelayan baik nelayan secara langsung atau menjual hasil tangkapan ikan.

"Warga Desa Bangkau sudah komitmen dengan tidak melakukan pencarian ikan dengan cara ilegal fishing," katanya.

Mereka berkomitmen menjaga ekosistem ikan yang ada di Danau Bangkau. Dengan buktinya nyata adanya peraturan desa yang melarang melakukan pencarian ikan dengan cara ilegal fishing.

"Warga Desa Bangkau sudah berani menjamin 100 persen tidak lagi menggunakan alat setrum saat mencari ikan," katanya. (*)

Penulis: Aprianto
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help