BanjarmasinPost/

Berita Hulu Sungai Utara

Wow, Rp 3,5 Miliar untuk Program Sanitasi di Hulu Sungai Utara

Penerima bantuan tersebar di beberapa daerah seperti Kecamatan Haur Gading dan Amuntai Utara.

Wow, Rp 3,5 Miliar untuk Program Sanitasi di Hulu Sungai Utara
banjarmasinpost.co.id/elhami
Air Sungai Balangan sebagian masih dipakai warga setempat untuk keperluan MCK. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dilewati oleh tiga sungai besar yaitu Sungai Balangan, Tabalong dan Negara. Ditambah dengan anak sungai yang banyak mengalir hampir ke seluruh kecamatan hingga ke desa.

Tak heran jika masyarakat sejak dulu banyak yang membuat jamban di sungai. Meskipun pemerintah telah memiliki program pengentasan jamban apung di sungai. Masih ada saja warga yang lebih memilih untuk buang hajat ke sungai daripada membuat toilet.

Melalui Dinas Kesehatan sering diberi sosialisasi mengenai kerugian jika buang air di sungai. Sosialisasi ini bekerjasama dengan aparat desa untuk disampaikan ke warganya.

Seperti yang diungkapkan Lurah Kebun Sari Agus Rahman, diwilayahnya memang dilintasi oleh sungai negara. Meskipun berada di tengah kota namun ternyata masih ada saja warga yang mempertahankan jamban di sungai.

"Kami terus melakukan penyuluhan dan sosialisasi agar seluruh masyarakat tidak lagi menggunakan jamban di sungai karena dapat merusak kesehatan dan lingkungan," ujarnya.

Pemerintah Daerah Kabupaten HSU juga rutin mendapatkan anggaran untuk pembuataan sanitasi berbasis masyarakat dari Pemerintah Pusat.

Kasi Cipta Karya Dinas Perkim dan LH Kabupaten HSU Saiful Dayat mengatakan pembuatan sanitasi berbasis masyarakat untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan kehidupan yang lebih sehat.

Pembangunan toilet di rumah warga dilakukan secara komunal dan individu. Komunal berarti menggabungkan septictank dari tiga hingga lima toilet yang berada di masing masing rumah warga.

"Cara ini dilakukan jika rumah antar warga berdekatan, jika rumah warga cukup jauh namun memang membutuhkan sanitasi maka pembangunan dilakukan individual, satu toilet satu septictank," ujarnya.

Tahun ini mendapat anggaran sebesar Rp 3,5 miliar untuk sekitar 300 kepala keluarga. Saiful menambahkan sebelumnya aparat desa telah mengajukan permohonan untuk warganya, data penerima juga didapat dari Dinas Kesehatan yang telah memiliki program sanitarian. Sehingga mengetahui desa dan warga manasaja yang benar benar memerlukan

"Pembangunan sudah hampir selesai, sebagian warga juga telah menggunakan," ujarnya.

Penerima bantuan tersebar di beberapa daerah seperti Kecamatan Haur Gading dan Amuntai Utara. Sebagian desa juga ada yang telah 100 persen sanitasi yang artinya tidak ada lagi warga yang buah hajat ke jamban di sungai.

Penerima bantuan sementara untuk masyarakat yang tidak tinggal di daerah rawa. Karena program ini hanha untuk jenis toilet yang di daratan. Sedangkan untuk di daerah rawa perlu menggunakan sistem T-Pikon-H yang sesuai dengan daerah rawa dilakukan oleh Dinas Kesehatan.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help