BanjarmasinPost/

Berita Banjarbaru

Duh, Sungai Kemuning di Kampung Pelangi Banyak Sampah, Lurah Bilang Ini

Sampah-sampah muncul ke permukaan akibat air sungai yang dangkal. Sehingga pemandangan sungai menjadi tampak kotor.

Duh, Sungai Kemuning di Kampung Pelangi Banyak Sampah, Lurah Bilang Ini
Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari
Meski sudah dibuat Kampung Pelangi di bantaran Sungai Kemuning yang masuk dalam Kelurahan Kemuning dan Guntung Paikat, namun sungai itu tampak masih kotor dengan banyaknya sampah yang muncul di permukaan air. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Meski sudah dibuat Kampung Pelangi di bantaran Sungai Kemuning yang masuk dalam Kelurahan Kemuning dan Guntung Paikat, namun sungai itu tampak masih kotor dengan banyaknya sampah yang muncul di permukaan air.

Sampah-sampah plastik terlihat masih bertebaran di sungai Kemuning di Kelurahan Kemuning. Hal ini kontras dengan Kampung Pelangi yang terlihat sudah tertata.

Satu warga yang tampak di sekitar bantaran sungai, Masduki mengatakan, sampah-sampah tersebut datang dari arah hulu sungai. Sampah plastik tersebut sebagian juga berasal dari sampah plastik terdahulu yang masih mengendap di kawasan itu.

Baca: 10 Tahun Jadi Tenaga Harian Lepas Penyuluh Pertanian, Nasib Sudarta Malah tak Jelas

Pemandangan tersebut ungkapnya memang merusak pemandangan kampung Pelangi yang kini sedang berbenah. Pengunjung selain bisa melihat kampung pelangi yang menarik juga turut melihat sampah bertebaran di Sungai Kemuning.

"Kalau warga tidak ada yang buang sampah di sungai lagi sudah karena kami merasa memiliki kawasan ini," ujarnya, Minggu (24/9/2017).

Pemandangan sampah di Sungai Kemuning dibenarkan oleh Lurah Kemuning, Fajar. Hal tersebut ungkapnya memang sering terlihat saat musim kemarau seperti sekarang.

Sampah-sampah muncul ke permukaan akibat air sungai yang dangkal. Sehingga pemandangan sungai menjadi tampak kotor.

Padahal tambah Fajar, dua minggu lalu sempat diadakan bersih-bersih sungai Kemuning. Namun sampah masih tetap saja bertebaran di sungai. Bisa saja sampah dibawa oleh arus dari sungai Besar yang mengalir hingga ke Sungai Kemuning.

Kebiasaan masyarakat membuang ke sungai tambahnya juga masih ada namun kini berkurang. Namun kesadaran warga untuk membersihkan sampah yang terlihat tambahnya masih kurang.

Biasanya warga jajan membuang sampah ke sungai meski ada tempat sampah yang sudah disediakan. "Memang saat kemarau semua kelihatan, tapi kalau hujan larut lagi, saat ini kita memang sedang pembenahan selalu kita cari solusi agar kampung pelangi bersih dan sungainya juga bersih," ujarnya.

Sementara, Kadis LH Kota Banjarbaru, Fahrudin mengatakan pihaknya memang kesulitan membersihkan sungai karena belum tingginya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Padahal pihaknya sudah melakukan pembersihan sampah seminggu sekali.

"Kami baru saja membersihkan sampah di Sungai Kemuning di Jembatan Kembar, satu truk kemarin sampahnya tapi masih saja ada sampah," jelasnya.

Rencananya ungkapnya sungai-sungai di Banjarbaru akan dibersihkan seminggu sekali. Khususnya sungai yang terlihat dari jalan. Pasukan pembersih sungai akan diambil dari pasukan oranye yang ada.

"Sementara yang ada kita lemburkan membersihkan sungai," ujarnya

Penulis: Milna Sari
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help