Pencitraan

Setelah itu bantuan masih terus mengalir berupa bahan makanan sampai generator pembangkit listrik.

Pencitraan
Dok BPost
Pramono BS 

PARTAI politik di Indonesia itu ibarat anak manja. Apa pun bisa didapat, duit, kedudukan bahkan kekayaan. Tapi seperti umumnya anak manja, sekolahnya bodoh, jiwanya rapuh, tidak bisa menghadapi persaingan bebas, kepentingannya tak mau diganggu, iri melihat temannya sukses, bisanya cuma mengolok-olok.

Pansus hak angket DPR terhadap KPK bisa jadi salah satu contoh. Mereka tidak bersyukur dengan keberhasilannya mengusung calonnya menjadi presiden. Pemberantasan korupsi yang didukung penuh presiden malah digoyang. Itu yang partai pendukung, yang bukan pendukung punya trik lain. Tak mengakui keberhasilan lawan, bisanya cuma mencibir dan menyindir.

Contohnya bantuan kemanusiaan untuk etnis Rohingya yang terusir dari negaranya, Myanmar, dibilang sebagai pencitraan. Alasannya juga tak masuk akal, lebih baik memperkuat diri dulu. Entah salah ucap atau bagaimana, pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto itu mengundang banyak reaksi kecewa.

Seperti diketahui Indonesia telah mengirim bantuan kemanusiaan untuk warga Rohingya yang kini mengungsi di Bangladesh. Tahap pertama diangkut dengan 4 pesawat Hercules TNI AU, total seberat 54 ton berupa selimut, tenda, bahan makanan dan pakaian.

Setelah itu bantuan masih terus mengalir berupa bahan makanan sampai generator pembangkit listrik. Sebelumnya Pemerintah Indonesia juga sudah membangun Rumah Sakit di Rakhine State, Myanmar, untuk membantu pelayanan kesehatan bagi suku Rohingya.

Tak ada persyaratan harus kaya dulu baru bersedekah. Tak ada agama yang mengajarkan seperti itu. Di Malang (Jatim) ada seorang pengemudi becak yang sudah uzur membebaskan ongkos penumpangnya khusus hari Jumat. Alasannya untuk sedekah, karena tidak ada lainnya yang bisa disedekahkan. Dia tak ingin dipuji, tidak ingin pencitraan, semata dari hati yang tulus. Sampai kapan dia bisa bersedekah kalau harus menunggu kaya.

Di berbagai kota ada warung makan yang setiap Jumat juga menggratiskan bagi pasukan kuning, pengayuh becak dan kaum duafa lainnya. Banyak cara jika orang ingin bersedekah.

Tidak ada komentar apapun dari Presiden Joko Widodo soal sindiran Prabowo. Tapi sejumlah tokoh politik sangat menyayangkan apa yang dikatakan mantan jenderal bintang tiga itu. Wakil Sekjen Partai Hanura Dadang Rosdiana misalnya, dia menyebut apa yang dikatakan Prabowo kontra produktif. Prabowo dinilai tidak bisa membedakan antara kerja nyata dan pencitraan.

Pakar komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai apa yang diucapkan oleh Prabowo tidak lebih sebagai upaya menyalakan mesin kompetisi pemilihan Presiden 2019.


***

Halaman
12
Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved