Pencitraan

Setelah itu bantuan masih terus mengalir berupa bahan makanan sampai generator pembangkit listrik.

Pencitraan
Dok BPost
Pramono BS 

Banyak orang memperkirakan isu Rohingya akan menjadi alat politik menjelang pemilu/pilpres. Sebab isu ini sangat sensitif, menyangkut agama sehingga mudah digerakkan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun pernah memperkirakan isu Rohingya akan dimanfaatkan pihak tertentu untuk kepentingan politiknya.

Pilpres masih dua tahun lebih, perjalanan Jokowi sebagai Presiden baru separohnya. Tapi orang sepertinya sudah tidak sabar. Genderang perang sudah mulai dibunyikan lewat berbagai nada seperti tuduhan PKI, sara, ujaran kebencian, dan kini pengungsi Rohingya.

Pemutaran film G30S/PKI kini masih pro kontra. Presiden Joko Widodo memerintahkan film G30S/PKI dibuat lagi untuk meluruskan sejarah agar dipahami seluruh rakyat. Tapi niat ini dicurigai pendiri PAN Amien Rais karena dinilai ada maksud tertentu.

Di lain pihak Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tetap merintahkan film G30S/PKI tetap diputar di seluruh markas jajarannya. Sementara Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu wanti-wanti pemutaran film G30S/PKI tidak ditumpangi kepentingan politik. Nuansa menjelang pilpres memang serbaberbau politik. Bantuan untuk orang terlunta lunta pun dipolitisasi.

Sebelum pilpres, tahun 2018 juga akan ada pilkada serentak di seluruh Indonesia. Tiga propinsi besar, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur akan memilih gubernur baru. Tapi kalau melihat calon-calon yang akan tampil kemungkinan besar tak akan sebrutal Pilgub DKI Jakarta. Sebab calon-calonnya tidak ada yang istimewa seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Orang yang memiliki modal kuat untuk menjadi pemimpin tak perlu mencari pencitraan karena citranya sudah tercetak lewat hasil karyanya yang akan dikenang rakyat. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved