Berita Tanahlaut

Alat Penyangrai Buatan Karyati Menuju Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional, Ini Kehebatnnya

Itu membuat alat penyangrai multi fungsi yang diberinama AL-RAITISI tersebut mewakili Kalimantan Selatan di ajang gelar lomba TTG Nasional.

Alat Penyangrai Buatan Karyati Menuju Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional, Ini Kehebatnnya
IST
Karyati (paling kanan) berfoto bersama hasil karyanya, alat penyangrai multifungsi di satu pusat perbelanjaan megah di batas Kota Banjarbaru, belum lama ini. Alat itu kini digelar di Teknologi Tepat Guna tingkat nasional di Palu, Sulawesi Tengah, 27 September ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Alat penyangrai buatan Karyati, peraih juara pertama lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kabupaten Tanahlaut, berhasil lolos di tingkat Provinsi Kalsel.

Itu membuat alat penyangrai multi fungsi yang diberinama AL-RAITISI tersebut mewakili Kalimantan Selatan di ajang gelar lomba TTG Nasional, 27 September ini.

Guru mata pelajaran Biologi pada SMAN 1 Jorong itu sudah bertolak ke Bumi Tadulako, Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (25/9/2017). Ia ditemani kru dari Pemerintah Provinsi Kalsel.

Menurut Karyati, sebelum bertolak ke Palu. Sejumlah persiapan sudah dilakukan. Itu seperti perbaikan alat, uji coba alat penyangrai, membuat poster kegiatan menyangrai.

Baca juga : Hebat, Empat Pemuda Putus Sekolah dari Desa Melayu Jual Kerajinan Perak Sampai ke Hongkong

Itu tujuannya memudahkan masyarakat dan pengunjung gelar TTG Nasional memahami dan menggunakan alat sangrai Al-RAITISI tersebut.

Kegunaan poster dan leatfet itu untuk memudahkan pengunjung membaca dan dibagikan kepada para pengunjung TTG Nasional. "Saya juga membuat kartu nama agar memudahkan orang yang berminat menghubungi kita," katanya.

Sebelumnya, alat buatan Karyati itu dipresentasikan di satu pusat perbelanjaan megah di batas kota Banjarbaru. Disitu Karyati memberikan informasi kegunaan dan kemudahan alat buatannya kepada para pelaku usaha ekonomi menengah.

"Kendala saya cuma biaya untuk mempatentkan atau hak intelektual itu yang kabarnya biayanya mahal. Sayang alat buatan kita tidak dipatenkan rentan diduplikat orang yang tak bertanggungjawab," katanya (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved