Berita HSU

Begini Cara Polisi Memberikan Penyuluhan dan Mengajarkan Peraturan Lalin ke Santri Danau Panggang

Polres Hulu Sungai Utara (HSU) terus memberikan penyuluhan mengenai tertib berlalu lintas, tidak hanya kepada warga perkotaan juga pedesaan.

Begini Cara Polisi Memberikan Penyuluhan dan Mengajarkan Peraturan Lalin ke Santri Danau Panggang
IST
Polres Hulu Sungai Utara (HSU) terus memberikan penyuluhan mengenai tertib berlalu lintas kepada santri di Danau Panggang 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Polres Hulu Sungai Utara (HSU) terus memberikan penyuluhan mengenai tertib berlalu lintas, tidak hanya kepada warga perkotaan namun juga ke Kecamatan.

Seperti yang dilakukan Polsek Danau Panggang yang memberikan penyuluhan kepada santri Pondok Pesantren Noor Russalam. Kegiatan yang dilakukqn di lingkungan pondok pesantren dengan lesehan ini mendapat perhatian dari seluruh santri.

Materi tertib berlalu lintas disampaikan oleh Ipda H Samsudi Kapolsek Danau Panggang. Dirinya mengatakan beberapa kewajiban pengendara sepeda motor yang harus selalu dibawa kemanapun tujuannya. Seperti persyaratan administrasi dan surat izin mengemudi.

Juga perlengkapan sepeda motor yang harus selalu ada dan dikenakan seperti spion dan helm. Meskipun jarak yang akan ditempuh tidak jauh, namun penggunaan helm akan menghindarkan diri dari resiko luka parah jika terjadi kecelakaan.

Baca juga: Lihat Foto-foto Kota Seribu Sungai Tempo Dulu yang Jarang Terekspos, Sungai Kuin Bikin Pangling

Terlebih di Kecamatan Danau Panggang juga terdapat beberapa tikungan tajam dan juga jalan lurus yang banyak pengguna jalan mengendarai dengan kecepatan tinggi.

Dengan melengkapi diri dengan peralatan dan administrasi maka perjalanan akan lebih nyaman, terlebih menghindarkan dari terkena tilang anggota kepolisian.

Ipda Samsudi juga menjelaskan mengenai rambu lalu lintas yang wajib diketahui oleh pengguna jalan. Seperti saat lampu merah menyala maka pengguna jalan wajib berhenti di belakang garis zebra cross. Hal ini memang terlihat remeh namun masih banyak pengguna jalan yang melanggar hingga harus berurusan dengan surat tilang.

"Belok kiri mengikuti isyarat lampu juga perlu diperhatikan, karena jika melanggar dapat mengganggu pengguna jalan dari arah berlawanan," ungkapnya.

Baca juga: Hebat, Empat Pemuda Putus Sekolah dari Desa Melayu Jual Kerajinannya Perak Sampai ke Hongkong

Ipda Samsudi juga memberikaan penyuluhan mengenai bahaya penggunaan narkoba. Santri yang belajar memperdalam ilmu agama perlu memahami sepenuhnya mengenai larangan penggunaan narkoba dan obat terlarang lain. Selain dapat merusak masa depan juga haram dari hukum agama. "Tidak ada keuntungan yang didapat jika mennggunakan obat obatan terlarang," ujarnya. (*)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved