Berita Kabupaten Banjar

NEWSVIDEO : Kerajinan Utas Perak Berlian Kampung Alfi Jewelry Dijual Hingga ke Hongkong

Adwa adalah salah satu anggota kelompok usaha pemuda produktif kerajinan Cincin Perak Kampung "Alfi Jewelry".

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Memegang sebuah smartphone, M Adwa Ulhaq (17) tersenyum lega saat cincin perak berlian miliknya terjual.

Cincin bermata 16 yang dilelangnya sejak Minggu (24/9/2017) pukul 10.00 wita melalui media facebook ditutup dengan harga Rp450 ribu. Pemenangnya, bernama Desmon Sihaan.

Adwa adalah salah satu anggota kelompok usaha pemuda produktif kerajinan Cincin Perak Kampung "Alfi Jewelry".

Baca: LIVE STREAMING Semen Padang Vs Barito Putera, Jacksen Sempat Prediksi Kabau Sirah Juara

Kelompok pemuda di Desa Melayu Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar ini mengolah secara tradisional cincin perak berlian dan memasarkan produk mereka secara online.

Produk mereka terjual di seluruh Indonesia bahkan hinga ke Singapura dan Hongkong.

Kemarin kesibukan terlihat di rumah produksi Alfi Jewelry di Jalan Melayu Ulu RT 2 Desa Melayu Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar.

Empat pemuda di Kelompok Usaha Pemuda Produktif Alfi Jewelry tengah bekerja. Mereka ini, tadinya semuanya adalah remaja putus sekolah.

Baca: LIVE STREAMING Semen Padang Vs Barito Putera, Rizky Pora Dibangkucadangkan, Ini Susunan Pemainnya

Terlihat M Zaidi (21) tengah melebur perak mentah yang ditaruh didalam alat sejenis wajan kecil berbahan tanah liat bernama musa.

Beberapa menit kemudian, warna merah membara terlihat di dalam wadah bernama Musa. Perak cair itu dituangkan ke dalam cetakan hingga menjadi batangan perak. Setelah itu, barulah Alfi menempanya menjadi bentuk cincin.

Kemudian ada Soufi (21) dan Adwa menggunakan gergaji, kikir dan patri membentuk ukiran-ukiran sehingga perak mentah menjadi sebuah perhiasan cincin perak berlian yang indah.

Semua proses pengolahan perak yang mereka lakukan berlangsung secara manual. Namun, berkat kesabaran dan keuletan perhiasan hasil kerajinan mereka Justru terlihat indah.

Satu cincin perak berlian, pengolahannya memerlukan waktu dua hari hingga paling lambat tiga hari.

Ketua Kelompok usaha pemuda produktif Alfi Jewelry Alfian Nur mengatakan, awalnya Dia yang merintis membuat kerajinan yang mereka sebut utas perak kampung ini sejak tahun 2005.

Berbekal keterampilan yang diturunkan oleh orang tua Dia menekuni kerajinan tersebut. Awalnya, Soufi, Adwa dan Zaidi tidak tertarik dengan usahanya itu.

Mereka semua remaja pengangguran karena putus sekolah sejak bangku smp. Seperti Zaidi dan Adwa putus sekolah sejak kelas 1 Tsanawiyah sedangkan Soufi putus sekolah sejak kelas 2 aliyah.

Dia kemudian mengenalkan kepada mereka sistem penjualan secara online produk kerajinan perak cincin berlian ini secara lelang.

Setelah menikmati hasilnya, Zaidi, Adwa dan Soufi kemudian tertarik belajar mengolah kerajinan perhiasan perak berlian ini hingga terbentuk kelompok usaha pemuda produktif tahun 2015.

"Sebenarnya banyak remaja ada sekitar sepuluh remaja yang sering ikut gabung di tempat kami. Cuma, secara resmi hanya empat remaja yang tercatat dalam kelompok usaha kami," kata Alfi.

Menurut Alfi, mereka berempat menggunakan akun masing-masing memasarkan kerajinan hasil olahan mereka memanfaatkan sosial media seperti facebook, tokopedia serta juga bukalapak.

Mereka menjualnya dengan sistem lelang. Untuk menarik pembeli, mereka menaruh harga lelang nol rupiah.

Padahal, modal perhiasan cincin perhiasan perak berlian erofa ini ratusan ribu rupiah.

"Seperti ini cincin berlian ditaruh lelang Rp0, -. Dengan seperti itu, banyak yang tertarik dengan produk kami. Cuma, namanya lelang kadang bisa untung kadang bisa juga rugi. Seperti lelang yang dilakukan Adwa untungnya Rp50 ribu. Tapi, nggak mengapa yang penting tiap hari produk kami terjual. Dibandingkan dengan sistem offline yang sepi," katanya.

Terkadang, konsumen tidak langsung percaya dengan harga miring yang kami tawarkan. Karena itu, mereka bisa menggunakan jalur rekening bersama lewat tokopedia.

Untuk meyakinkan, konsumennya bisa testimoni dengan konsumen mereka yang terdahulu.

"Sistem online yang kami pakai membuat pasar kami begitu luas. Saat ini, produk kami sudah dipasarkan diseluruh Indonesia bahkan ke Singapura, Hongkong dan juga Malaysia. Selama ini, paling banyak sih pembelinya dari Jogyakarta. Mereka rupanya lebih tertarik produk kami yang diolah secara manual," ung

Penulis: Hari Widodo
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved