Kriminalitas Tanahlaut

Sidang Kasus Arisan Online Kintap, Hakim Leo Pertanyakan Rekening Terdakwa

Apalagi komunikasi terdakwa dengan saksi selalu memanggil istulah bebeb. Kemudian kerugian yang dialami saksi mencapai ratusan juta.

Sidang Kasus Arisan Online Kintap, Hakim Leo Pertanyakan Rekening Terdakwa
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Terdakwa perkara dugaan penipuan yang modusnya arisan online meninggalkan ruang sidang utama Pengadilan Negeri Pelaihari, Selasa (26/9/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kasus arisan online yang menghebohkan warga Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut dan sekitarnya pada Juli 2017 lalu, perkaranya bergulir di Pengadilan Negeri Pelaihari.

Anggota majelis hakim, Leo Mampe Hasugian mempertanyakan buku rekening terdakwa yang tidak masuk dalam alat bukti yang diperlihatkan Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut di hadapan majelis hakim, Selasa (26/9/2017).

Baca: Sidang Arisan Online Kintap, Puja Alami Kerugian Setengah Miliar Rupiah  

Menurut Leo, penyitaan buku rekening terdakwa itu sangat penting. Itu karena diduga uang arisan dari korban lainya terus masuk ke rekening terdakwa dan diduga bisa dialihkan pihak lainnya sepengetahuan terdakwa.

"Harusnya buku rekening terdakwa juga disita sebagai alat bukti. Bisa saja terdakwa membuat surat kuasa atas buku rekeningnya," katanya.

Baca: Ini Kesalahan yang Dilakukan Bandar Arisan Online, Tanpa Pengacara, Iray Mendengarkan Dakwaan JPU

Dalam proses persidangan mendengar keterangan saksi itu, Leo Mampe Hasugian sempat dibuat pusing oleh saksi terkait mekanisme arisan online tersebut.

Apalagi komunikasi terdakwa dengan saksi selalu memanggil istulah bebeb. Kemudian kerugian yang dialami saksi mencapai ratusan juta.

Lebih aneh lagi saksi dan terdakwa hanya berkomunikasi melalui pesan singkat selama proses arisan berlangsung dari awal Maret hingga Awal Juli 2017.

Keterangan saksi dalam persidangan itu tidak ada yang dikoreksi terdakwa sebelum ketua majelis hakim Boedi Haryantho menunda sidang pekan depan dengan menghadirkan saksi mahkota.

Informasi dihimpun, terdakwa diduga juga melakukan arisan serupa di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Kondisi, rumah terdakwa diberi garis polisi dan disita bukan dari jajaran penegak hukum di wilayah Tanahlaut.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved