Berita HST

Dana Alokasi Umum HST Berkurang Rp 9,29 Miliar

Pemerintah pusat telah memangkas dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 9,29 miliar, yang efektif mulai dikurangi secara bertahap sejak September 2017

Dana Alokasi Umum HST Berkurang Rp 9,29 Miliar
banjarmasinpost.co.id/hanani
Bupati HST tandatangani nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Palafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD HST 2018 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah bersama Pemerintah kabupaten setempat telah menandatangani nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas  Palafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD HST 2018.

Selain menandatangani MoU tersebut, pihak eksekutif danlegislatif juga membahas Rancangan APBD Perubahan 2017 yang telah disampaikan Bupati HST H Abdul Latif sbelumnya.

Bupati HST H Abdul Latif, Rabu (27/9/2017) memaparkan, pada APBD  2017, berdasarkan perubahan,asusmsi sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) yaag diproyeksikan pada 2016 lalu, tak mencukupi untuk menutup defesit anggaran.

“Pada APBD 2017, kami memproyeksikan silpa 2016 bisa digunakan menutup defisit anggaran sebesar Rp 2225,125 miliar. Kenyataannya, setelah perhitungan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2016, yang ada hanya Rp 62.097 miliar,”jelas Bupati.

Dengan jumlah tersebut, ada selisih kekuanrangan sebesar Rp 163,028 miliar. Sementara, pad APBD 2017, pemerintah pusat telah memangkas dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 9,29 miliar, yang efektif mulai dikurangi secara bertahap sejak September 2017.

Terkait telah ditandatanganinya MoU KUA PPAS, Latif meminta DPRD HST segera memprosesnya, sebagai pedoman dalam menyusun APBD 2018 mendatang. Dengan demikian, kata dia pelaksanaan APBD 2018 pun bisa tepat waktu.

Sementara itu, untuk memastikan pelaksanaan proyek fisik berjalan sesuai rencana, Latif sebelumnya melaksanakan pemantauan ke lapangan.

Proyek fisik yang dilaksanakan melalui APBD 2017, antara lain, pembangunan Puskesmas Kalibaru di Kecamatan Batu Benawa, pembangunan Puskesmas Kambat Utara di Kecamatan Pandawan, pembangunan ruang perawatan kelas 1, 2, dan 3 serta ruang VIP di RSUD H Damanhuri Barabai,

Selanjutnya, pembangunan Pasar Agribisnis Modern di Pasar Keramat Barabai serta Proyek perbaikan drainase utuk mencegah banjir di beberapa jalan protokol Kota Barabai serta renovasi pos Satpol PP dan Guess House di area rumah dinas Bupati HST. Latif menyatakan ingin memastikan bahwa proyek tersebut berjalan sesuai aturan dan perencanaan.

“Saya juga mengingatkan kepada para konsultan dan kontraktor, saat ini sudah memasuki triwulan ke empat. Artinya waktu efektif  tinggal 3 bulan menjelang akhir masa anggaran. Selain harus tepat waktu, juga harus tertib administrasi,”pungkasnya. (*)

Penulis: Hanani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help