Kriminalitas Tanahlaut

Ini Motif Boyan Curi 23 Aki di Kampung Gedang Pelaihari

Korban kaget melihat isi kiosnya kosong, pada 15 September 2017, sekitar pukul 10.00 Wita. Iru karena sebanyak 23 aki lenyap.

Ini Motif Boyan Curi 23 Aki di Kampung Gedang Pelaihari
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Boyan, tersangka pencurian aki digiring petugas menuju sel rumah tahanan Polres Tanahlaut, Rabu (27/9/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Penyesalan Muhammad Boyani alias Boyan, terlambat. Warga pendatang harus mendekam di sel rumah tahanan Mapolres Tanahlaut.

Informasi dihimpun, itu karena korbannya membuat laporan polisi akibat kiosnya dibobol pelaku. Kios itu melayani jasa pemgisian setrum aki di Jalan Kampung Gedang Kelurahan Pelaihari.

Korban kaget melihat isi kiosnya kosong, pada 15 September 2017, sekitar pukul 10.00 Wita. Iru karena sebanyak 23 aki lenyap.

Dugaan korban, pelaku masuk kisonya dengan cara mencongkel pintu di bagian belakang kiosnya. Tercatat sebanyak 23 aki itu, diantaranya 18 aki kering merek Yuasa, dua aki kering merek Panasonic dan selebihnya aki basah merek Yuasa.

Pelaku beralasan melakukan aksi pencurian aki atau baterai isi 12 voltase itu karena terdesak ingin membayar hutan dan sebagian hasil penjualan untuk keperluan sehati-hari.

Pengakuan itu dikatakan pelaku saat ditanyai Kasatreskrim Polres Tanahlaut, AKP Alfian Tri Permadi di hadapan sejumlah wartawan, Rabu (27/9/2017).

"Pelaku ditangkap pada 19 September 2017 lalu, sekitar pukul 21.00 Wita oleh jajaran Satreskrim Polres Tanahlaut dengan sejumlah barang bukti aki yang jumlah berkurang karena dijual pelaku," ujar Kasatreskrim Polres Tanahlaut, AKP Alfian Tri Permadi.

Alfian menjelaskan pelaku sudah berstatus tersangka. Perbuatan tersangka, terancam dipenjara lebih dari lima tahun karena melanggar pasal 363 KUHP.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help