Berita Kotabaru

Jaringan Sudah Terpasang, Warga Desak Listrik ULD di Lima Desa Pulau Sebuku Dioperasikan

Belum beroperasinya listrik dari jaringan perusahaan listrik dikelola unit listrik daerah (ULD) di lima desa di Kecamatan Pulau Sebuku disayangkan.

Jaringan Sudah Terpasang, Warga Desak Listrik ULD di Lima Desa Pulau Sebuku Dioperasikan
banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Ilustrasi - Sejumlah petugas mendirikan tiang darurat untuk pemasangan jaringan listrik sementara.

BANJARMASINPOST.COM.ID,KOTABARU - Belum beroperasinya listrik dari jaringan perusahaan listrik yang dikelola unit listrik daerah (ULD) di lima desa di Kecamatan Pulau Sebuku disayangkan warga. 

Mereka menghendaki listrik salah satu kebutuhan primer warga di lima desa itu, secepatnya dinikmati masyarakat karena selain jaringan sudah terpasang, mesin pembangkit tambahan sudah datang di kantor ULD setempat. 

"Kami sangat membutuhkan. Jaringan listrik dan mesin sudah ada. Harapan secepatnya dioperasikan," kata Aliansyah warga Desa Serakaman salah satu desa yang belum teraliri listrik. 

Berharap listrik dari perusahaan negara secepatnya bisa dinikmati masyarakat, karena selama puluhan tahun tidak hanya mengandalkan mesin genset dikelola swadaya. 

Baca juga: Bupati Cantik Rita Widyasari, di Facebook Tuai Dukungan Warga Kukar, di Instagram Malah Dicaci Maki

Namun untuk pengoperasian mesin genset swadaya dinilai merobek kantong. Untuk pengoperasian mesin genset diperlukan bahan bakar minyak (BBM) paling sedikit 40 liter. 

Ironisnya, pengoperasian dua mesin genset dikelola swadaya untuk melayani 200 kepala keluarga (KK) di wilayah Serakaman, masih jauh dari harapan. 

"Pengoperasian menyesuaikan kemampuan warga. Cukup besar biayanya. Kalau mampu genset dioperasikan mulai pukul 18.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita. Bila tidak paling sampai pukul 21.30 Wita sudah mati," ucap Aliansyah. 

Aliansyah menambahkan, hanya ingin menikmati penerangan perminggunya harus membayar kepengelola Rp 50 sampai Rp 70 ribu. 

Senada diungkapkan Darmansyah, warga Desa Kanibungan. Berharap jaringan listrik sudah terpasang di desa mereka hingga empat desa lainnya segera beroperasi. Terlebih untuk mengoperasikan pihak PLN sudah mendatangkan mesin pembangkit tambahan.

Saking berharapnya ada jaringan listrik di wilayah mereka, saat pemasangan jaringan listrik. Pohon tanaman warga yang terkena jalur jaringan rela ditebang tanpa meminta ganti rugi. 

Harapan beroperasinya jaringan listrik khususnya warga di Desa Kanibungan, karena 95 persen dari jumlah kepala keluarga sudah memasang instalasi di rumah masing-masing. 

"Sudah dua tahun lebih warga memasang instalasi. Apalagi dijanjikan listrik akan menyala. Jadi warga begitu antusias pasang instalasi," katanya. 

Bahkan, kata Darmansyah, untuk pemasangan instalasi listrik di rumah masing-masing warga sudah membayar uang DP. Sedangkan sisanya diangsur. 

Untuk daya 900 biaya pemasangan instalasi Rp 3,5 juta. Sedangkan daya 450 Rp 3 juta.

"Warga yang mengansur sebagian bahkan sudah ada yang hampir lunas. Kalau aku memasang daya 900," pungkasnya. (*)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved