Kriminalitas Batola

Duh! Tanah di Sekitar Jembatan Mandastana yang Runtuh Dibor, Ini yang Ingin Dicari Polda Kalsel

Tak hanya melihat, tim juga melakukan pengeboran terhadap satu titik di dekat areal Jembatan Mandastana

Duh! Tanah di Sekitar Jembatan Mandastana yang Runtuh Dibor, Ini yang Ingin Dicari Polda Kalsel
irfani rahman
Penyidik Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan kembali mendatangi lokasi jembatan Mandastana yang runtuh, Rabu (27/9/2017) kemarin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penyidik Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan kembali mendatangi lokasi jembatan Mandastana yang runtuh, Rabu (27/9/2017) kemarin. Kali ini petugass penyidik tak sendiri namun didampingi saksi ahli dari Fakultas Teknil Universitas Lambung Mangkurat.

Tak hanya melihat, tim juga melakukan pengeboran terhadap satu titik di dekat areal Jembatan Mandastana

Pantauan BPost di lapangan, tim Tipikor Polda sendiri langsung dipimpin Kasubdit Tipikor AKBP FX Winardi berserta para penyidik. Mereka memantau langsung pengeboran tanah di lokasi itu.

Ir Markawi MT dari ULM mengungkapkan kehadiran mereka ini berkenaan dengan pihk Tipikor Polda meminta bantuan ke lembaga ULM yakni Fakultas Teknik. Oleh dekan kemudian menunjuk Kepala Labotorium Mekameka Tanah untuk melakukan penyelidikan tanah.

Dimana pengeboran ini untuk mengambil data-data dan belum ada analisa, nantinya ada pengeboran di tiga titik depan, tengah jembatan, ujung jembatan tersebut.

Menurutnya, setelah ada data baru bisa dibicarakan analisisnya. "Pengeboran ini untuk mengetahjui lapisan tanah dan ada uji lapisan tanah," paparnya.

Kasubdit Tipikor AKBP FX Winardi ketika dikonfirmasi mengatakan kegiatan dilakukan pengeboran di tiga titik jembatan sepanjang 95 meter dan pengeboran ini untuk ketahui kondisi tanah, sampai sejauh mana kontruksi tanah dan kedalaman tingkat kekerasan tanah.

Tim sendiri salah satunya terdiri dari Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (Hati), dan hasilnya nantinya diperiksa di labotarium.

Winardi mengatakan pada SK Menteri UU Kontruksi 25 Agustus lalu itu ditentukan untuk pengeboran ini sekitar 60 hari kerja dimana nantinya hasil pengeboran ini akan diteliti dan hitung apakah sesuai dengan perencaan, setelah itu oleh ahli data ini diberikan ke menteri dan nantinya akan diketahui siapa bertanggung jawab.

"Kita tunggu hasilnya, kita tunjuk saksi ahli untuk teliti masalah tanah," papar Winardi.

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help