BanjarmasinPost/

Serambi Ummah

Ingat! Puasa Sunnah Muharram Bisa Dilaksanakan Hingga Sabtu Lho, Jangan Pura-pura Lupa Ya!

Selain itu berpuasa salah satu amalan yang dapat mengapuskan dosa-dosa dan memberikan syafaat di hari kiamat nanti.

Ingat! Puasa Sunnah Muharram Bisa Dilaksanakan Hingga Sabtu Lho, Jangan Pura-pura Lupa Ya!
republika.co.id
Lihat bocah aja puasa, apa lagi kamu guys!

BANJARMASINPOST.CO.ID - Puasa Sunnah Muharram dimulai sejak Kamis (28/9/2017) hingga Sabtu (30/9/2017) lebih tepatnya tanggal 10 Muharram. Puasa sendiri merupakan ibadah yang sangat mulia, lantaran seseorang yang berpuasa mampu mengendalikan hawa nafsu serta syahwat.

Selain itu berpuasa salah satu amalan yang dapat mengapuskan dosa-dosa dan memberikan syafaat di hari kiamat nanti. Bukan hanya itu saja, dengan puasa akan membuat seseorang menambah rasa kemanusiaan.

Umat Muslim disunahkan untuk melaksanakan puasa di bulan Muharram. Puasa Sunnah ini di mulai pada hari Kamis 27 September 2017. Dan dibawah ini merupakan pengertian dari puasa di bulan Muharram.

Puasa Sunnah Muharram
Puasa Sunnah Muharram (capture instagram)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163).

Puasa Muharram di laksanakan pada tanggal 10 Muharram. Akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam punya tekad di akhir usianya untuk melakukan puasa di hari sebelumnya yakni tanggal 9 Muharram. Hal ini bertujuan untuk menyelisihi Puasa Sunnah Muharram yang dilakukan oleh Ahlul Kitab.

Dan berikut ini merupakan beberapa tata cara untuk melaksanakan puasa Muhharram:

1. Berpuasa selama 3 hari tanggal 9, 10, dan Muharram.
Berdasarkan dari hadist Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan lafadz yang sudah disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam AL-Huda dan Al-Majid Ibnu Taimiyyah. “Selisihilah orang Yahudi dan berpuasalah sehari sebelum dan setelahnya.”

2. Melaksanaka puasa pada 10 Muharram saja.
Al-Hafidz mengatakan bahwa puasa terendah yakni satu hari saja, kemudian tingkatan diatasnya ditambah melaksanakan puasa pada tanggal 9 dan selanjutnya ditambah lagi pada tangal 9 dan 11.

Tata cara Puasa Sunnah Muharram pun juga sama seperti pelaksanaan puasa pada umumnya seperti puasa di bulan suci Ramadan atau pelaksanaan puasa sunnah di hari Senin-Kamis. Hanya saja niatnya yang membedakan dengan puasa lain. (didik & berbagai sumber)

Penulis: Didik Trio
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help