Kampusiana

Duh! Mahasiswi Ini Makan di Kantin ULM Tak Pakai Uang Tunai, Ternyata Ini Rahasianya

Dua pekan ini, Berkati tidak membayar makanan yang disantapnya dengan uang. Dia cukup menyerahkan kartu Tapcash BNI kepada kasir.

Duh! Mahasiswi Ini Makan di Kantin ULM Tak Pakai Uang Tunai, Ternyata Ini Rahasianya
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Kantin mahasiswa di Kampus ULM Kayutangi Banjarmasin sudah menyediakan pembayaran menggunakan Tapcahs BNI 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Daripada jauh-jauh mencari makan di sela-sela jam perkuliahan, Berkati lebih memilih makan di Kantin Student Business Centre Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin. Apalagi tempat makan tersebut terbilang dekat dengan kampusnya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Dua pekan ini, Berkati tidak membayar makanan yang disantapnya dengan uang. Dia cukup menyerahkan kartu Tapcash BNI kepada kasir.

“Lebih simpel sih. Pembayaran lebih cepat karena tidak perlu menunggu kembalian. Sebelumnya pasti antre bayar pada waktu jam makan siang,” kata penyuka ayam penyet ini.

Masing-masing pedagang sudah dilengkapi mesin electronic device capture (EDC) BNI. BNI menyediakan 16 mesin EDC. Hal ini terwujud berkat kerja sama BNI dan ULM dalam program Tapcash BNI, yang di-launching di Student Business Centre ULM, Kamis (28/9).

Uang elektronik tersebut tidak hanya dapat digunakan di kantin kampus Jalan Brigjen H Hassan Basry tersebut, tetapi juga di pusat perbelanjaan, toko besar bahkan membeli bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Kartu ini tak hanya disebar kepada mahasiswa tetapi juga para dosen. “Saya juga sudah pakai,” kata Rektor ULM H Sutarto Hadi.

Tak hanya menawarkan kemudahan dan keamanan karena tak perlu membawa uang tunai, Sutarto, Berkati dan pengguna lainnya berkesempatan mendapat hadiah. Setiap transaksi di Student Business Centre ULM, pengguna akan mendapatkan poin yang harus dikumpulkan untuk ditukar dengan hadiah langsung. Hadiahnya mulai dari voucher makan, kuota seluler, flashdisk, headset bluetooth hingga power bank.

Insentif juga diberikan kepada pedagang di kantin tersebut yaitu uang Rp 500 setiap satu struk pembelian yang tercatat di mesin EDC.

CEO BNI Region Banjarmasin Muhammad Jufri menjelaskan program penggunaaan kartu uang elektronik tersebut merupakan langkah BNI untuk mendukung Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) yang digalakkan oleh Bank Indonesia (BI).

“Selain membantu wujudkan cashless society atau masyarakat tanpa uang tunai, ini juga bisa mengurangi beban pemerintah dalam biaya mencetak dan produksi uang kartal,” kata Jufri.

BNI menyasar kampus karena perputaran uang di pusat pendidikan ini besar. “ULM memiliki komunitas yang besar dan transaksi keuangan juga yang cukup besar sehari-harinya. Jadi ini merupakan langkah strategis untuk mengembangkan cashless society,” kata Jufri.

BPost cetak
BPost cetak ()

Mau baca berita Banjarmasin Post? klik DI SINI

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help