BanjarmasinPost/

Obat Hati

Ingin Mengangkat Derajat di Sisi Allah, Kita Harus Berani Melakukan Dua Hal Ini

Mereka yang rajin beribadah dengan tulus karena Allah akan dapat meningkatkan kualitas iman dari muslim menjadi mukmin dan dari mukmin jadi muttaqin

Ingin Mengangkat Derajat di Sisi Allah, Kita Harus Berani Melakukan Dua Hal Ini
Arrazi Ibrahim
Ilustrasi 

HM Taslim: Ketua DDII Kota Banjarbaru

BANJARMASINPOST.CO.ID - IMAN seseorang bagaikan grafik, suatu saat bisa meningkat menebal, suatu saat bisa menurun menipis, bisa pula bersifat konstan tetap. Tebal tipisnya iman banyak bergantung sejauh mana seseorang mau melaksanakan aktivitas ibadah, baik ibadah mahdoh termasuk ibadah ghairo mahdoh.

Mereka yang rajin beribadah dengan tulus karena Allah akan dapat meningkatkan kualitas iman dari muslim menjadi mukmin dan dari mukmin menjadi muttaqin. Muttaqin merupakan puncak keimanan seseorang dalam Islam. Sebaliknya jika seseorang enggan dan malas melakukan ibadah tersebut, maka kualitas imannya menjadi menurun apalagi disertai dengan melakukan perbuatan-perbuatan keji dan mungkar.

Orang Islam yang gemar melakukan perbuatan keji dan mungkar (maksiat), kualitas imannya menjadi fasik dan jika perbuatan maksiat yang dilakukan tanpa merasa bersalah (berdosa) ia bisa dikatakan sebagai orang kafir. Karenanya seorang muslim dan muslimah dituntut untuk selalu berupaya meningkatkan kualitas iman, predikat dan kualitas muslim merupakan tingkat dan kualitas terendah yang harus ditingkatkan.

Mengingat seruan dan panggilan Allah SWT untuk melaksanakan ibadah mahdoh ditujukan kepada seseorang yang sudah berada dalam kondisi mukmin, seperti panggilan Allah untuk melaksanakan salat, puasa, haji, dan lain-lain yang mampu mengimplementasikan esensi ajaran Islam. Namun kondisi dan predikat mukmin masih harus ditingkatkan lagi menjadi muttaqin, sebagaimana seruan para khatib Jumat dan Salat Id yang membacakan ayat Quran yang terjemahnya berarti “Hai orang-orang yang beriman bertakwa lah kamu dengan sebenar-benar takwa ( Al Ayah).”

Orang yang benar-benar bertakwa adalah orang yang sudah berpredikat atau berkualitas muttaqin. Jadi layak dan pantas, orang yang berpredikat muttaqin merupakan puncak keimanan dalam Islam.

Ketika kita bicara tentang iman dan hijrah, kedua aspek tersebut merupakan sesuatu yang padu dan tidak harus dipisahkan. Kalau kita ingin mengangkat derajat kita di sisi Allah SWT maka tidak boleh tidak, kita harus memiliki keberanian melakukan hijrah. Hijrah yang dimaksudkan di sini adalah tekad yang kuat untuk meninggalkan hal-hal yang dilarang Allah dan Rasulnya.

Bukankah Rasulullah bersabda yang artinya,” Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah atasnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Metro Banjar cetak
Metro Banjar cetak ()

Mau baca berita Metro Banjar? klik DI SINI

Editor: Didik Trio
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help