Kriminalitas Tanahlaut

Polisi Berencana Bedah Makam Pasutri Ini, Begini Penjelasan Kapolres Tanahlaut

Polisi berencana membongkar makam pasutri, Sohibi Alkadir (65) dan Rasuty (60) di pemakaman umum Dusun Plasma Desa Pulausari

Polisi Berencana Bedah Makam Pasutri Ini, Begini Penjelasan Kapolres Tanahlaut
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Suasana kerabat dan handaitaulan berduka usai pemakaman pasutri, Sohibi Alkadir dan Rasuty, korban yang tewas terbakar di kamar tidurnya di Desa Pulausari, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanahlaut, Jumat (1/9/2017) lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Polisi berencana membedah makam pasangan suami istri (pasutri), Sohibi Alkadir (65) dan Rasuty (60) di pemakaman umum Dusun Plasma Desa Pulausari, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanahlaut.

Rencana itu diungkap Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan sesuai berdialog dengan anggota Linmas Desa Gunungraja, Kecamatan Tambangulang di ruang Rupatama Mapolres Tanahlaut.

Menurut AKBP Sentot Adi Dharmawan bedah itu secara etika harus melalui persetujuan keluarga almarhum. Kepentingan bedah makam itu untuk mengungkap kasus kematiannya.

"Termasuk kehadiran tiga anggota tim penyelidik kebakaran dari Puslabfor Bareskrim Polri di Surabaya dalam kaitan pengungkapan kasus tersebut. Hasilnya belum diterima karena baru Jumat pekan lalu," katanya.

Informasi sekecil apa pun dari masyarakat sekitar rumah korban, menurut AKBP Sentot Adi Dharmawan akan dikaitkan dengan peristiwa kebakaran yang menimpa korban pada 1 September 2017 lalu.

Kasatreskrim Polres Tanahlaut AKP Alfian Tri Permadi dikonfirmasi membenarkan penyidiknya akan meminta keterangan pihak keluarga korban terkait persetujuannya rencana polisi melakukan bedah makam korban.

Kematian tokoh agama di Kecamatan Tambangulang itu diketahui sedang giat membangun rumah ibadah berupa Masjid di Desa Gunungraja. 

Perilaku yang santun dan sering tegur sapa itu menyisakan tanya tanya dan misteri bagi tetangganya dan warga sekitar tempat tinggal korban.

Saksi bisu puing rumah bekas kebakaran, sisa tumpukan bekas ban mobil hangus yang berserakan di ruang tidur korban, sudah diteliti tim penyelidik kebakaran dari Puslabfor Bareskrim Polri di Surabaya.  

Tanah di halaman rumah korban yang mengandung tumpahan bahan bakar minyak jenis solar juga belum kering. Itu diduga lokasi bekas mobil pikap korban terparkir seusai dari rumah tinggal anaknya di Kota Banjarbaru, malam jelang Iduladha. 

Terpisah, Fanani, menantu korban dikonfirmasi BPost Online, Jumat (29/9/2017) membenarkan rencana bedah makam mertuanya oleh pihak polisi. "Pihak keluarga masih mempertimbangkan rencana tersebut. Saya usai penyelidikan dari Puslabfor itu masih dimintai keterangan di Polsek Tambangulang," katanya. (tar) 

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved