BanjarmasinPost/

Serambi Ummah

Atasi Perbedaan di Keluarga, Khair Amrullah: Komunikasi dan Mengalah Beri Penjelasan

Diakui Ketua Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilal Muhtadin Banjarmasin itu, memang tidak mustahil terjadi ketidaksepahaman dalam keluarga

Atasi Perbedaan di Keluarga, Khair Amrullah: Komunikasi dan Mengalah Beri Penjelasan
Serambi Ummah Edisi Jumat (29/9/2017) Halaman E 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menjaga komunikasi dan mengalah untuk meredakan setiap masalah, itulah yang ditawarkan HA Khair Amrullah kepada anak-anaknya, ketika terjadi perbedaan pemahaman dalam keluarga. Ia mengatakan, adanya komunikasi mampu menjalin hubungan dan kesepahaman.

Diakui Ketua Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilal Muhtadin Banjarmasin itu, memang tidak mustahil terjadi ketidaksepahaman dalam keluarga. Namun tentunya hal tersebut menjadi wajar, sebagai keluarga, ia mengatakan berusaha meminimalisir adanya perbedaan itu.

“Memang, harusnya orangtua yang memberikan pemahaman. Dari setiap masalah, apabila mau memahami dan memperlajari serta memperbaiki, maka masalah akan terselesaikan,” ucap Abdul Khair.

Serambi Ummah
Serambi Ummah ()

Selain itu, menurutnya, apabila saling keras kepala maka masalah tersebut tidak bisa terselesaikan. Lantas ia berpendapat, ada baiknya ada yang mengalah. Pun ketika saling memahami satu sama lain, perkara apapun akan tuntas.

Dalam membina keluarganya, Abdul Khair mengajarkan menjaga komunikasi dalam keluarga. Terlebih, ia setiap hari selalu bertemu dengan anak-anaknya.

Selalu ada jalinan komunikasi, entah itu ketika makan ataupun bersantai. Pembahasan pada obrolan tersebut, tentang hal yang dialami masing-masing anak.

Namun pada sebagian keluarga, ia berpendapat yang kerap terjadi, orangtua tidak memiliki waktu dan kesempatan untuk menjalin komunikasi terhadap anak. Sehingga kesalahpahaman pun kerab berlanjut dalam hubungan keluarga.

Satu contoh yang ia terapkan kepada anaknya, ialah ketika sang anak berbeda pendapat dalam memilih buku bacaan. Ia mengatakan, sebagai orangtua tentu akan menjelaskan dan memberikan pengertian, kalau hal paling utama ialah membaca buku pelajaran.

Namun, apabila ingin menambah wawasan ia pun membolehkan anaknya membaca buku jenis lain. Selagi bahan bacaan tersebut masih sesuai norma.

“Jangan sampai menggunakan bacaan yang menyimpang, karena bacaan juga berpengaruh terhadap diri. Namun, saya juga tetap memberikan mereka kebebasan dalam membaca, karena kalau dilarang juga akan menjadi masalah,” ucap ayah dari enam anak tersebut. (ell)

Berita ini telah diterbitkan di Serambi Ummah Edisi Jumat (29/9/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help