BanjarmasinPost/

Serambi Ummah

G30S PKI, Paham Komunis Muncul Lewat Simbol-simbol, Ajari Anak Berpikir Kritis

Paling tidak bisa mengajak generasi muda berpikir kritis melalui pembelajaran sejarah/PKn/IPS di sekolah, bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi.

G30S PKI, Paham Komunis Muncul Lewat Simbol-simbol, Ajari Anak Berpikir Kritis
Serambi Ummah Edisi Jumat (29/9/2017) Halaman A 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemahanan tentang Gerakan 30 September, harus clear untuk generasi muda Indonesia dan Banua, walaupun sulit. Paling tidak bisa mengajak generasi muda berpikir kritis melalui pembelajaran sejarah/PKn/IPS di sekolah, bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi dan melibatkan banyak pihak, seperti PKI, TNI dan CIA.

"Anak muda perlu kita ajak berpikir kritis soal Gerakan 30 September," kata Syaharuddin, Dosen Sejarah Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Menurut dia, paham komunis adalah bahaya laten (tersembunyi) sehingga tetap harus diwaspadai melalui penyadaran yang bisa dilakukan secara sistematis di sekolah ataupun orangtua di rumah

"Peran orangtua dan sekolah sangat penting dalam hal ini," kata Syaharuddin.

Baca juga: G30S PKI, Generasi Milenial Wajib Waspadai Paham Komunis, Lakukan Ini Jika Ada Informasi Berbahaya

Ditambahkan, Pancasila sebagai dasar negara Indonesia harus lebih aplikable dalam praktis kehidupan masyarakat, sehingga tidak hanya terjebak pada verbalisme atau hanya sampai pada ucapan khususnya setiap hari Senin, saat upacara bendera di sekolah.

Serambi Ummah Edisi Jumat (29/9/2017) Halaman B
Serambi Ummah Edisi Jumat (29/9/2017) Halaman B ()

Implikasinya, sambung Syaharuddin, generasi muda dapat betul-betul merasakan kehidupan yang dilandasi Pancasila, seperti pembiasaan gotong royong (sila 2 dan 5), kehidupan religius (sila 1), menjaga persatuan (sila ke 3), selalu bermusyawarah dalam mengambil keputusan (sila ke 4)

Ditambahkan, pemahaman dan praktik Pancasila yang benar baik melalui pendidikan formal maupun informal, memiliki fungsi strategi terhadap upaya orang-orang tertentu dalam upaya penyebaran paham komunis, juga paham radikal lainnya bagi generasi muda

Lebih lanjut Syaharuddin menyatakan, jika akhir-akhir ini muncul isu kelahiran kembali PKI, itu sangat berlebihan. Sebab, PKI secara hukum sudah dihapus sejak orde baru, melalui tap Mars/1966.

"Namun waspada terhadap paham komunis itu harus, karena bertentangan dengan Pancasila dan Islam sebagai agama yang dianut oleh mayoritas bangsa ini," tegas Syaharuddin.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help