BanjarmasinPost/

Serambi Ummah

G30S PKI, KH Tabrani Basri: Tangkal Lewat Semangat Agama

Gerakan G30S PKI adalah titik hitam dalam sejarah Indonesia, dimana terjadi pengkhianatan orang-orang yang tergabung dalam PKI

G30S PKI, KH Tabrani Basri: Tangkal Lewat Semangat Agama
Serambi Ummah Edisi Jumat (29/9/2017) Halaman A 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Gerakan G30S PKI adalah titik hitam dalam sejarah Indonesia, dimana terjadi pengkhianatan orang-orang yang tergabung dalam Partai Komunis Indonesia (KPI) yang ingin memaksakan kehendak mereka.

"Orang PKI ingin Indonesia itut tidak bertuhan," kata Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan periode 1997-2003, KH Tabrani Basri.

Menurut Tabrani, segala macam cara ditempuh orang-orang PKI. Mula-mula mengembangkan dan mempengarahi para petinggi presiden sampai TNI. Saat PKI merasa cukup kuat, mencoba melakukan kudeta. "Kudeta mereka gagal," kata Tabrani.

Ditambahkan, pimpinan ABRI AH Nasution pun ketika itu tidak berhasil dipengaruhi. Pada 30 September, orang- orang PKI melakukan operasi besar-besaran yakni pembunuhan tujuh jenderal. Akhirnya, muncul Soeharto, yang kemudian mengambil alih kekuasaan.

"Intinya G30S PKI itu ingin memaksakan kehendak mereka, agar Indonesia menjadi negara yang tidak bertuhan," katanya.

Baca juga : G30S PKI, Generasi Milenial Wajib Waspadai Paham Komunis, Lakukan Ini Jika Ada Informasi Berbahaya

PKI, sambung Tabrani, ingin juga meminggirkan Pancasila. Pernah terjadi guru TK juga didoktrin, bahwa yang memberi makanan itu ibumu, bukan Tuhan. PKI ingin menghilangkan eksistensi Tuhan dalam kehidupan.

Dijelaskan, PKI juga melakukan aksi-aksi sepihak barisan tani dan pemuda rakyat, sehingga para petani terpengaruh. Begitu tercium, PKI melakukan gerakan brutal. Pemberontakan PKI tahun 1965 itu yang kedua, pemberontakan pertama tahun 1958.

"Program PKI waktu itu luar biasa, yakni menghapuskan ulama. Seperti daftar ulama di Jawa Tengah dan Jawa Timur termasuk daftar yang akan disingkirkan," katanya.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help