BanjarmasinPost/

Serambi Ummah

G30S PKI, Generasi Milenial Wajib Waspadai Paham Komunis, Lakukan Ini Jika Ada Informasi Berbahaya

Tanggal 30 September biasanya diperingati sebagai hari Gerakan 30 September PKI atau G30S/PKI. Terkadang disebut pula, Gerakan 30 September ata

G30S PKI, Generasi Milenial Wajib Waspadai Paham Komunis, Lakukan Ini Jika Ada Informasi Berbahaya
Serambi Ummah Edisi Jumat (29/9/2017) Halaman A 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setiap Tanggal 30 Septermber (30/9) biasanya diperingati sebagai hari Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau G30S/PKI. Terkadang disebut pula, Gerakan 30 September atau Gestapu.

Generasi muda sekarang mungkin sudah tak terlalu mempedulikan peristiwa berdarah dalam sejarah Indonesia di 1965 itu, karena itu perlu tindakan dari pemerintah agar mereka mengetahui dan mewaspadai pengaruh negatif komunis.

Dicatat dalam sejarah, PKI pernah membantai para ulama di Madiun, Jawa Timur pada 1948 dan menculik, menyiksa serta membunuh enam jenderal dan satu perwira TNI pada 1965 di Jakarta. Peristiwa tersebut ditulis di buku-buku pelajaran sejarah.

Kemudian pada 1984, Sutradara Arifin C Noer merilis film tentang kejadian tersebut, dibintangi sejumlah pemain film ternama Indonesia. Sejak itu, film tersebut wajib ditayangkan di stasiun TVRI hingga 1998 seiring lengsernya Presiden Soeharto dan berakhirnya pemerintahan Orde Baru yang dipimpinnya.

Kemudian generasi sekarang sudah tak pernah lagi dipertontonkan film tersebut, namun seiring mencuatnya kabar kebangkitan PKI itu, beberapa stasiun televisi nasional bakal menayangkan film itu seperti TVRI dan TVOne.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Selatan, Taufiq Sugiono mengatakan Indonesia sedang dihadapkan pada persoalan-persoalan nasib bangsa, sehingga itu bisa menjadi bagian menarik dalam sejarah perjuangan bangsa ini.

Sebagai generasi sekarang, khususnya anak-anak muda milenial yang dilahirkan di era 2000 ke atas, dituntut harus makin pintar.

“Jika ada informasi apa pun yang sekiranya berbahaya, kumpulkan dulu beritanya, pastikan dulu kebenarannya, tak boleh percaya begitu saja,” jelasnya.

Serambi Ummah Edisi Jumat (29/9/2017) Halaman A
Serambi Ummah Edisi Jumat (29/9/2017) Halaman A ()

Dia juga mengimbau agar harus mendapatkan informasi lengkap dari narasumber yang dipercaya, sehingga kabarnya bisa lebih akurat.

“Selain itu, kita harus yakin pelaku-pelaku sejarah bangsa Indonesia bukanlah orang-orang sembarangan. Mereka memiliki jasa yang tak terkira untuk kemerdekaan bangsa ini,” katanya.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help