BanjarmasinPost/

Serambi Ummah

Ilham Masykuri: Agar Tak Tertutup, Ajak Anak Diskusi Buku dan Film

Pada keluarga Ilham Masykuri, ia selalu mengajarkan anak tentang ketebukaan dan kebebasan dalam berpendapat

Ilham Masykuri: Agar Tak Tertutup, Ajak Anak Diskusi Buku dan Film
Serambi Ummah Edisi Jumat (29/9/2017) Halaman E 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebagai orangtua yang menjadi guru utama bagi anak, terkadang seorang anak menceritakan atau berdiskusi kepada orangtuanya perihal bacaan dan pembelajaran setiap harinya. Namun, sebagian anak ada pula yang menjadi tertutup.

Pada keluarga Ilham Masykuri, ia selalu mengajarkan anak tentang keterbukaan dan kebebasan dalam berpendapat. Selain itu, sebagai seorang ayah, ia selalu mengajak anak berdiskusi dan bercerita tentang apa yang dialami.

Apa saja itu, terutama tentang buku bacaan dan tontonan yang sering anaknya lihat.

Sekretaris Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kalimantan Selatan itu, mengatakan ketika sang anak selesai nonton film apapun itu, ia lantas mengajak anaknya menceritakan perihal isi film.

Bukan hanya tentang isi, anaknya juga akan ditanya apa refleksi diri dari film tersebut. Dengan demikian, ia berharap anaknya selalu mendapatkan pelajaran.

”Aku juga membebaskan mereka untuk menonton. Ketika selesai nonton aku meminta mereka menceritakan apa isi fim itu dan akhirnya refleksi. Apa maknanya dalam kehidupan dia, sekaligus mempelajari refleksi diri,” terang Ilham.

Ia pun berpendapat, bahwa seorang anak janganlah sampai didikte, akan lebih bagus apabila memberikan mereka pembelajaran. Terlebih, keluarganya type keluarga yang saling terbuka dan menjaga komunikasi.

Itu biasa, sehingga selalu ada interaksi antara anak dan orangtua.

“Pada dasarnya keluarga kami mendengarkan ungkapan isi hati mereka. Nah, melalui modal banyak membaca dan meononton, terjalin diskusi antara anak dan orangtua,” terang Ilham.

Dalam kehidupan Ilham mendidik tiga orang anaknya, lelaki tersebut mengikuti prinsip dari kalimat penulis ternama Kahlil Gibran yang isinya “Anakmu bukan anakmu, tapi dia anak zaman, engkau hanya sekadar busur yang meluncurkan”.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help