Berita HST

Siswa SMP 3 LAU Sering Waswas Lewati Jembatan Mantaas, Ditambal Warga Pakai Batang Kelapa

Informasi warga setempat, sejak mengalami kerusakan parah selama tiga tahun, warga akhirnya bergotong royong memperbaiki menggunakan batang kelapa.

Siswa SMP 3 LAU Sering Waswas Lewati Jembatan Mantaas, Ditambal Warga Pakai Batang Kelapa
banjarmasinpost.co.id/hanani
Siswa SMPN 3 Labuan AmasUtara, saat pulang ke desa mereka, melewati jembatan batang kelam di Desa Mantaas, Kecamatan Labuanamas Utara, Hulu Sungai Tengah, Sabtu (30/9/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Salah satu jembatan yang cukup rawan kecelakaan untuk dilewati,  adalah jembatan di Desa Mantaas, Kecamatan Labuanamas Utara, Hulu Sungai Tengah.

Informasi yang diperoleh warga setempat, sejak mengalami kerusakan parah selama tiga tahun, warga akhirnya memperbaiki secara gotong royong menggunakan batang kelapa.

“Dananya sebagian uang pribadi saya, sebagian lagi urunan warga,”jelas Kades Mantaas, Mahyuni, kepada BPost, Sabtu (30/9/2019). Pantauan BPost, 100 persen lantai jembatan menggunakan batang kelapa yang dibangun seadanya. Bahkan, jembatan sepanjang sekitar  10 meter tersebut kini tak lagi memiliki pagar, sehingga rawan jatuh, jika tak hati-hati.

Padahal, tiap hari siswa-siswa SMPN 3 Labuanamas Utara melewati jembatan tersebut menggunakan sepeda. Mereka pun harus berbaris satu persatu saat naik jembatan, karena jika bersamaan, dikhawatirkan tergelicir dan jatuh ke sungai di bawah jembatan. “Apalagi kalau hujan, suka was-was, karena batangkelapanya jadi licin,”tutur Nurhidayati, siswa kelas II SMPN 3 LAU.

Baca juga: Memprihatinka, Belasan Jembatan Mantaas-Rantaubujur Gunakan Batang Kelapa, Ini yang Dilakukan Warga

Dia dan teman-temannya berharap, pemerintah membantu perbaikan jembatan tersebut, agar saat berangkat maupun pulang sekolah tak lagi harus antre melewatinya. “Harapan kami, tentu ingin jembatan yang mudah dilewati, siapa pun yang bisa membantu memperbaiki,”tutur Nurhidayah.

Mengenai kondisi puluhan jembatan yang melewati Rantaubujur dan Mantaas, Kades Mantaas Mahyuni mengatakan, secara darurat diperbaiki menggunakan uang pribadi Kades, serta dana urunan masyarakat. Perbaikan dilakukan secara gotong royong. “Karena perbaikannya skala besar dan  membutuhkan dana besar tak bisa menggunakan dana desa,”kata Mahyuni.

Kades mengatakan, usulan perbaikan selalu disampaikan tiap tahun melalui Musrenbang Kecamatan, baik melalui DInas PU Kabupaten, maupun Provinsi melalui Kabupaten. Pihaknya berharap, entah itu wewenang kabupaten atau provinsi, perbaikan jembatan di desa mereka menjadi skala prioritas. (*)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help