Berita Banjarmasin

3 Mitos Ini Melibatkan Kue Khas Banjar, No 2 Bikin Merinding

Lapat adalah kudapan yang terbuat dari ketan, santan, dan kacang merah. Ada Lapat yang dibalut dengan daun Nipah atau dengan daun pandan besar.

3 Mitos Ini Melibatkan Kue Khas Banjar, No 2 Bikin Merinding
(Foto master) Mitos-mitos yang melibatkan Kue-kue Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN  -  Kue-kue khas Banjar ada berbagai macamnya. Kue-kue itu tidak hanya memiliki rasa yang khas, tetapi juga memiliki mitos tersendiri. Berikut mitos-mitos yang melibatkan kue Banjar.

1. Saat ditawari harus mau, kalau menolak akan terkena sial.

Lapat adalah kudapan yang terbuat dari ketan, santan, dan kacang merah. Ada Lapat yang dibalut dengan daun Nipah atau dengan daun pandan besar.

Apabila tergiur saat melihat lapat atau saat ditawari seseorang, sebaiknya segera memakannya. 


Wadai Lapat.

Menurut kepercayaan setempat, unsur ketan di dalam makanan ini mengandung pamali yang besar. Jika menolak mencicipi,  bisa terkena sial seperti kecelakaan atau luka. Pamali ini disebut 'kapuhunan'.

Kalau kenyang atau sedang tidak selera, makan secuil atau sentuh saja sedikit lalu lekatkan jari tersebut ke bibir. Cara lainnya, bisa dengan mengigit jari manis pada tangan kanan.

2. Kalau tidak ada kue serabi, maka akan kesurupan.

Dari sisi sejarahnya, keberadaan kue serabi cukup menarik karena merupakan syarat penting dalam ritual-ritual adat orang Banjar sejak dulu.

Suku Banjar memiliki 41 macam kue tradisional penting yang harus ada untuk dipersembahkan dalam banyak ritual adatnya seperti pengobatan, perkawinan, dan sebagainya.

2_Serabi banjar (Sumber doc Bpost Yayu Fathilal)
2_Serabi banjar (Sumber doc Bpost Yayu Fathilal) ()
Halaman
123
Penulis: Amirul Yusuf
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved