Berita Kotabaru

Suku Bajau Mengeluh ke Wabup, Berharap Acara Adat Dianggarkan di ABPD

Dermaga keseharian mereka gunakan untuk menjemur ikan, kemarin tidak ada terlihat aktivitas itu karena mereka sedang fokus melaksanakan Selamatan Leut

Suku Bajau Mengeluh ke Wabup, Berharap Acara Adat Dianggarkan di ABPD
helriansyah
Pesta adat Selamat Leut oleh warga Suku Bajau, Desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Ratusan orang warga yang mayoritas dari Suku Bajau, Desa Rampa, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kotabaru berjejal memenuhi setiap sudut dermaga di desa setempat, Minggu (01/10/2017).

Dermaga keseharian mereka gunakan untuk menjemur ikan, kemarin tidak ada terlihat aktivitas itu karena mereka sedang fokus melaksanakan Selamatan Leut (dialeg Suku Bajau) yang artinya Selamatan Laut.

Selamatan Leut sebagai ungkapan rasa kepada sang pencipta, ini menjadi event tahunan yang sekaligus merupakan kebiasaan adat warga Suku Bajau tinggal di pesisir yang mayoritas bergantung pada hasil laut (nelayan).

Sayangnya pesta adat dilaksanakan Suku Bajau di pesisir bagian Selatan ini, belum menggema. Pun saat pesta ada ini dilaksanakan hanya dikemas dengan sederhana.

Tidak adanya 'campur tangan' pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta kurangnya promosi menjadi salah satu indikator kegiatan pesta ada ini kurang dikenal, baik di masyarakat lokal ataupun luar Kabupaten Kotabaru.

Ironis, untuk kegiatan pesta adat yang puncak pelaksanaannya diselenggerakan kemarin, hanya dibiayai dari swadaya atau sumbangan masyarakat dan donatut yang ikut berpartisipasi ingin membesanlrkan event tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Rampa Syamsir Alam, saat pelaksanaan puncak pesta ada Selamatan Leut.

Diakui Syamsir terselenggaranya pesta adat warga Suku Bajau, karena keaktifan warga yang turut membantu mulai dari persiapan hingga pelaksanaan.

"Kami berharap kedepan kegiatan Selamatan Leut ini, mendapat dukungan pemerintah daerah dan dapat juga dianggarkan melalui APBD," katanya.

Menyemarakan kegiatan pesta ada, tambah Syamsir selain dilakukan syukuran ritual ke laut. Namun beberapa sebelum puncak pesta ada juga dilaksanakan lomba musik alahai (musik khas Suku Bajau) dan hadrah keliling kampung.

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help