BanjarmasinPost/

Berita Hulu Sungai Utara

Beredar Video Pembongkaran Makam Datu Kabul, Ini Dia Faktanya

Namun ada pihak yang mengubah menjadi Datu Kabul karena banyak peziarah yang datang dan berdoa dan doanya sering terkabul.

Beredar Video Pembongkaran Makam Datu Kabul, Ini Dia Faktanya
Youtube
Pembongkaran makam Datu Kabul, HSU. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Beredar video pembongkaran makam Datu Kabul yang menjadi viral di kalangan warganet. Muncul berbagai pertanyaan apa yang mendasari pembongkaran tersebut.

Cagar budaya Masjid Sungai Banar sudah dikenal oleh banyak orang, bukan hanya warga Kabupaten HSU namun juga warga luar daerah.

Masjid Sungai Banar yang berada di Kecamatan Amuntai Selatan ini juga terdapat makam Datu Kabul yang juga dipercaya dapat mengabulkan banyak permohonan jika berdoa di sekitar makam tersebut.

Baca: Fasilitas ke Wisata Religi Makam Datu Kabul Masih Minim

Namun sayangnya keberadaan makam Datu Kabul menjadi Polemik.

Setelah ditelusuri oleh BPost Online, menurut keterangan keturunan Datu Biha, makam tersebut bukanlah makam Datu Kabul melainkan makam Datu Biha. Datu Biha merupakan ulama sekaligus penjaga masjid Sungai Banar sejak dulu.

Baca: Makam Datu Kabul Tapin Semakin Menyedot Pejiarah

Namun ada pihak yang mengubah menjadi Datu Kabul karena banyak peziarah yang datang dan berdoa dan doanya sering terkabul.

Makam Datu Biha yang diubah menjadi Datu Kabul juga diperbaiki serta dibuat semacam mushola yang banyak digunakan untuk berdoa dan salat meskipun letaknya tak jauh dari Masjid Sungai Banar.

Kapolsek Amuntai Utara Ipda Heri Saputra mengatakan pihaknya melakukan pengamanan pembongkaran nisan makam Datu Kabul dan kemudian diganti dengan nisan Datu Biha, Minggu (1/10/2017).

Ipda Heri juga menambahkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan keturunan Datu Biha yang merupakan saksi hidup keberadaan makam Datu Biha.

Diketahui bahwa makam Datu Kabul memang baru ada dalam beberapa tahun terakhir, dimana sebelumnya merupakan makam Datu Biha yang merupakan ulama dan penjaga masjid.

Terpisah Kepala Disporabudpar Hasmi Rivai mengatakan Masjid Sungai Banar masih tercatat sebagai cagar budaya, namun untuk makam yang berada di sekitar masjid hanya dikelola oleh perorangan.

"Tidak masalah jika dilakukan pembongkaran karena makam tersebut dikelola perorangan, kebetulan saja letaknya berada dekat dengan masjid," ujarnya. (Banjarmasin Post/Reni Kurniawati/Amirul Yusuf)

Penulis: Amirul Yusuf
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help