Berita HST

Perda Pasar Modern Masih Dibahas DPRD, Tiga Minimarket di Barabai Tutup karena Hal Ini

Sejak 2016 lalu, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengambil kebijakan moratorium (menghentikan sementara)izin operasional minimarket.

Perda Pasar Modern Masih Dibahas DPRD, Tiga Minimarket di Barabai Tutup karena Hal Ini
kontan
Ilustrasi- Minimarket Alfamart 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI-  Sejak 2016 lalu, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengambil kebijakan moratorium (menghentikan sementara)  izin operasional minimarket.

Alasannya, sampai sekarang Perda tentang Pasar Modern masih diajukan, dan sampai 2017 masih dibahas di DPRD Hulu SungaiTengah. Kebijakan itupun membuat tiga mini market di Barabai, terpaksa tutup, dan mengganti usahanya.

Mini market tersebut, Family Mart, Absolut serta Buana.Sementara Perda tentang Pasar Modern belum disahkan, pengelola hanya diizinkan membuka usaha, dalam bentuk toko, dengan kriteria tak dilengkapi pendingin ruangan, ruangan tidak tertutup, serta kasir tak menggunakan alat hitung digital atau computer.

Pantauan BPost, sampai 2017 ini, tak ditemukan lagi minimarket di HST. Yang ada hanya toko, yang tak selengkap minimarket.

Baca juga: Masya Allah! Ternyata Segini Jumlah Peluru yang Menembus Tubuh Mungil Ade Irma Suryani

Kepala DInas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu danTenaga Kerja HST, Zamhasari, dikonfirmasi Senin (2/10/2017) menjelaskan, moratorium izin minimarket tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan, tentang Pasar Modern.

“Alhamdulillah, para pengelola mini market memaklumi kebijakan tersebut, dan bersedia menungu keputusan selanjutnya, sampai perda di sahkan,”kata Zamhari. Disebutkan, kebijakan mengatur soal pasar modern, bertujuan melindungi  toko dan kios yang dikelola pemilik usaha kecil daerah. Juga melindungi pedagang di pasar tradisional.   

Berdasarkan keluhan warga pelaku usaha kecil, jelas Zamhasari keberadaan minimarket mematikan secara perlahan  usaha mereka. Masalahnya, di mini market, walaupun harga lebih mahal, tapi menawarkan kelengkapan barang yang dicari konsumen. Ditambah lagi dengan ruang berpendingin serta pelayanan kasir yang cepat, menggunakan computer.

Penutupan mini market saat ini sifatnya sementara, namun dilakukan sejak pergantian kepala Daerah, dari H Harun Nurasid ke bupati terpilih hasil pilkada 2015, periode 2015-2020 H Abdul Latif. Sebelum pergantian kepala daerah itu, jelas Zamhasari ada dua mini market yang mengajukan izin usahanya di HST, yaitu Indomaret dan Alfamart.

Baca juga: Teror Penembakan di Las Vegas 20 Orang Tewas, 100-an Luka, Polisi Kejar Wanita Teman Pelaku

Namun, saat itu izin belum diproses, dan setelah pergantian kepala daerah, Bupati terpilih belum memberikan izin kepada raksasa dua mini market di Indonesia tersebut dengan alasan melindungi usaha kecil lokal. Hingga kini, tinggal HST, HSS dan HSU yang belum dirambah dua minimarket tersebut.

Sementara, salah satu karyawan di Eks Minimarket Family beberapa waktu lalu mengaku, tempatnya bekerja itu tak boleh operasional lagi, dan sekarang sudah tutup.

“Soalnya tak diberi izin pemerintah daerah lagi, kecuali dalam bentuk toko,” kata karyawan tersebut. (*)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved