Kriminalitas Tanahlaut

Kajari Kaget SPDP Perkara Narkoba Tinggi di Tanahlaut, Kawasan Ini Paling Rawan

"Artinya ada penambahan 20 perkara. Pada saat itu saya tidak mengetahui ada operasi Antik," katanya, Selasa (3/10/2017).

Kajari Kaget SPDP Perkara Narkoba Tinggi di Tanahlaut, Kawasan Ini Paling Rawan
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Mohammad Amrullah, Ketua Pengadilan Negeri Pelaihari 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kepala Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Sri Tatmala Wahanani mengaku sangat mengapresiasi keberhasilan jajaran Polres Tanahlaut dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika dan obat terlarang.

Sri mengaku awalnya kaget juga karena ada 58 SPDP (surat pemberitahuan dmulainya penyidikan,red) dari kepolisian yang masuk ke meja kerjanya.

"Biasanya hanya 38 SPDP dari kepolisian setiap bulannya. Ini justru meningkat 58 perkara," katanya kepada para wartawan.

Baca: Kapolres Minta Warga Tanahlaut Beri Informasi Peredaran Narkoba

"Artinya ada penambahan 20 perkara. Pada saat itu saya tidak mengetahui ada operasi Antik," katanya, Selasa (3/10/2017).

Sri berharap generasi muda penerus bangsa di Kabupaten Tanahlaut terbebas dari bahaya narkotika. Tentu semua itu memerlukan peran serta masyarakat untuk bersama memerangi peredaran narkotika.

Lain lagi tanggapan dari Ketua Pengadilan Negeri Pelaihari, Mohammad Amrullah. Ia menilai peredaran narkotika bagian dari Proksi War.

Baca: 131 Pengedar Narkoba Diciduk, Kapolda Kalsel Pastikan 96 Tersangka Merupakan Target Operasi

Mohammad Amrullah mengaku sangat mengapresiasi dengan keberhasilan pengungkapan kasus narkotika yang dilaksanakan Kapolres Tanahlaut dan jajarannya di wilayah Kabupaten Tanahlaut.

Menurutnya, sesuai informasi intelejen, peredaran narkotika itu bagian dari proksi war, perang tidak menggunakan senjata atau berkelahi fisik.

Tapi berusaha merusak akal dan pikiran masyarakat di Kabupaten Tanahlaut hingga mudah diperintah, lemahnya daya kritisnya dan sikap acuh terhadap keadaan.

Menurut Amrullah, proksi war itu perlu diperangi karena sangat mungkin terjadi di Kabupaten Tanahlaut yang merupakan daerah kawasan pengembangan industri nasional.

Kapolres Tanahlaut menyebut dari 14 tersangka yang diamankan jajarannya, perannya rata-rata adalah pengedar, sebagian juga pengguna dan kurir.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help