BanjarmasinPost/

Berita Tanahlaut

Wanita Tenaga Kesejahteraan Sosial di Tala Ini Ingin Diberi Fasilitas Kendaraan

Wilayahnya meliputi 10 Desa se Kecamatan Panyipatan. Sasarannya adalah warga desa yang mengalami masalah sosial

Wanita Tenaga Kesejahteraan Sosial di Tala Ini Ingin Diberi Fasilitas Kendaraan
BANJARMASINPOST.co.id/mukhtar wahid
Pertemuan pemberdayaan masyarakat desa Kabupaten Tanahlaut, Selasa (3/10/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Ani, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) mengaku selama ini memantau warga di wilayah Kecamatan Panyipatan, menggunakan kendaraan roda dua miliknya.

Wilayahnya meliputi 10 Desa se Kecamatan Panyipatan.

Sasarannya adalah warga desa yang mengalami masalah sosial.

Dari seluruh desa itu di Kecamatan Panyipatan itu, Ani mengaku belum semua penerima bantuan sosial (bansos).

Penerima bansos itu merupakan warga yang mengalami masalah sosial, seperti lanjut usia, perempuan rawan sosial ekonomi dan penyandang disabilitas.

"Tugas TKSK yang memastikan warga itu punya masalah sosial atau tidak. Tentunya fasilitas kendaraan roda dua sangat menunjang kelancaran pemantauan di lapangan," katanya.

Ani berharap dari silaturrahmi dan pertemuan itu akan muncul keinginan dari instansi yang membina TKSK memberikan pinjaman kendaraan inventaris memantau warga yang mengalami masalah atau kerawana sosial.

Lain lagi dengan koordinator P3MD Kabupaten Tanahlaut, Ali Kurdi berharap pertemuan itu akan mensinergiskan para pendamping yang lokasi sasarannya di perdesaan.

"Selama ini kita tidak mengenal dan mengetahui apa dan bagaimana tugas mereka. Tapi lokasi pengabdian sama-sama di perdesaan," katanya.

Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanahlaut berinisiatif mengumpulkan para tenaga pendamping di perdesaan di Balairung Tuntungpandang, Pelaihari, Selasa (3/10/2017).

Supian Hadi, dari PSP3 atau Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Perdesaan mengaku
sangat senang dengan adanya pertemuan dan silaturrahmi antar pendamping di perdesaan.

"Selama ini banyak tenaga pendamping di perdesaan tapi tidak saling kenal. Makanya dengan saling kenal tentunya pembangunan di perdesaan akan mudah," katanya.

Supian Hadi membenarkan dari semua pendamping perdesaan di Kabupaten Tanahlaut ada yang bersumber dari dana APBN. "Kalau kami gajinya dari APBD Kabupaten Tanahlaut, SK kami hingga Desember 2017 ini," katanya. (BANJARMASINPOST.co.id/mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help